Upaya evakuasi warga Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dilakukan di tengah pertukaran rudal dan drone yang terus berlanjut dan telah menutup wilayah Udara, sehingga mengurangi pilihan penerbangan komersial.
Dengan Inggris mengizinkan Amerika menggunakan pangkalan udaranya untuk serangan pertahanan selama perang AS-Israel dengan Iran. Lalu muncul pertanyaan, dukungan apa yang mungkin diterima Iran dari luar negeri atau sekutunya?
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden, wakil presiden Indonesia, dna sejumlah tokoh disebutkan untuk berdiskusi mengenai eskalasi perang di Kawasan Teluk, Timur Tengah serta dampaknya terhadap Indonesia.
Ribuan warga Amerika Serikat (AS) terperangkap di Iran. Bahkan setidaknya enam tahanan yang merupakan warga negara AS atau penduduk tetap. Mereka khawatir akan digunakan sebagai alat tawar-menawar dalam perang yang semakin memanas antara Iran dengan AS dan Israel.
Sejak 28 Februari hingga 1 Maret 2026, sebanyak 6.047 jamaah telah kembali ke Tanah Air dengan aman. Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jamaah dapat pulang secara bertahap dan tertib, ujar Ichsan di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Imbas dari penutupan Selat Hormuz tentu dirasakan secara global, termasuk Indonesia. Untuk itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Pemerintah mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia.
Serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran berimbas pada penutupan Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup jalur pelayaran strategis itu dan memperingatkan bahwa kawasan tersebut tidak aman, akibat serangan udara AS dan Israel.
Pemerintah Inggris belum secara eksplisit menyatakan apakah mereka mendukung serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, atau menganggap serangan itu sah. Namun dengan tegas Inggris menyatakan tidak ikut ambil bagian dalam serangan tersebut.
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengatakan bahwa Inggris mengizinkan permintaan Amerika Serikat (AS) menggunakan pangkalan militer Inggris, untuk serangan defensif terhadap situs rudal Iran. Namun menolak terlibat dalam aksi ofensif AS dan Israel.
Badan intelijen Israel dan Amerika Serikat termasuk CIA selama berbulan-bulan diam-diam mengawasi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hingga menanti momen yang tepat untuk menyerang.
Pasca-tewasnya sang Pemimpin Tertinggi dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel, teka-teki mengenai suksesi kekuasaan yang rumit mulai menjadi sorotan utama dunia.
Sejumlah maskapai penerbangan di dunia menghentikan atau mengubah rute penerbangan ke Timur Tengah, seiring meningkatnya konflik Iran-Israel. Berikut ini daftar lengkapnya, segera periksa maskapai penerbangan, rute, dan peringatan perjalanan yang terpengaruh.