LANGIT7.ID-, - Serangan
Amerika Serikat-
Israel terhadap Iran berimbas pada penutupan
Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup jalur pelayaran strategis itu dan memperingatkan bahwa kawasan tersebut tidak aman, akibat serangan udara AS dan Israel.
Pada Sabtu (28/2) lalu IRGC menyiarkan penutupan selat melalui siaran radio frekuensi tinggi. Melalui siaran itu, merujuk pemberitaan Reuters, Minggu (1/3/2026), IRGC memperingatkan, kapal-kapal tidak akan diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.
Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak melewati selat tersebut, yang dilalui sekira 20% minyak dan gas dunia.
Kini pengiriman internasional hampir terhenti di pintu masuk selat tersebut, dengan para analis memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga energi lebih tinggi lagi.
Bahkan, IRGC mengatakan ada tiga kapal tanker dari Inggris dan AS telah "terkena rudal dan terbakar" saat berada dekat dengan jalur pelayaran tersebut. Terkait hal ini,
Inggris dan AS belum memberikan komentar.
Baca juga: Inggris Izinkan Amerika Gunakan Pangkalan Militer Semata untuk Serangan DefensifBadan keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) mengatakan beberapa insiden keamanan telah dilaporkan di seluruh Teluk Arab dan Teluk Oman, dan telah menyarankan kapal-kapal untuk "melintasi dengan hati-hati".
Setidaknya 150 kapal tanker telah berlabuh di perairan Teluk yang terbuka di luar
Selat Hormuz, meskipun beberapa kapal Iran dan Tiongkok telah melewatinya hari ini, menurut platform pelacakan kapal Kpler, mengutip dari BBC, Senin (2/3/2026).
"Karena ancaman Iran, selat tersebut secara efektif tertutup," kata Homayoun Falakshahi dari Kpler kepada BBC News.
"Kapal-kapal telah mengambil tindakan pencegahan untuk tidak masuk karena risikonya terlalu tinggi dan biaya asuransi mereka telah meroket."
Ia mengatakan AS kemungkinan akan mencoba melindungi jalur pelayaran yang, jika efektif, akan mencegah lonjakan harga minyak. Tetapi jika selat tersebut tetap tertutup untuk jangka waktu yang lama, harga bisa naik jauh lebih tinggi.
UKMTO mengatakan dua kapal, yang tidak disebutkan identitasnya, terkena proyektil yang tidak diketahui, menyebabkan kebakaran.
Baca juga: Akankah Iran Menutup Selat Hormuz? Ini Dampaknya Bagi DuniaDan sebuah proyektil yang tidak diketahui meledak sangat dekat dengan kapal ketiga, katanya, menambahkan bahwa awak kapal tersebut, yang juga tidak disebutkan identitasnya, selamat dan dalam keadaan baik.
Insiden keempat di daerah tersebut juga dilaporkan ke UKMTO, yang menurut mereka melibatkan evakuasi awak kapal, tetapi penyebabnya tidak jelas.
Perusahaan keamanan maritim swasta Vanguard Tech mengatakan insiden telah dilaporkan -yang sesuai dengan detail yang diberikan oleh UKMTO- melibatkan kapal-kapal berbendera Gibraltar, Palau, Kepulauan Marshall, dan Liberia.
Sementara itu, stasiun televisi Pemerintah Iran melaporkan kapal tanker minyak tenggelam setelah ditembak, saat melintasi Selat Hormuz.
"Nasib kapal tanker minyak yang melanggar aturan dan ditembak saat mencoba melewati Selat Hormuz secara illegal. Kapal tersebut sekarang tenggelam," lapor televisi pemerintah.
Tampak dalam gambar yang ditayangkan tv tersebut, kepulan asap hitam tebal dari kapal tanker yang terbakar di perairan.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global. (*/lsi/bbc)
Baca juga: Iran Pertimbangkan Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS, Dunia Waspada(lsi)