Pencanangan Gernas BBI tahun ini bertemakan Go Borneo untuk membangkitkan semangat mengenalkan, mengembangkan, memajukan, dan memperluas pemasaran produk UMKM dan BUMDesa khas Kalimantan Timur.
Kalau sebelumnya pelaku usaha menggunakan strategi iklan secara offine, di era new normal ini mau tidak mau harus mulai melakukan strategi iklan secara online.
Kemenparekraf menggandeng sejumlah perusahaan-perusahaan e-commerce dalam rangka pelaksanaan Program Stimulus Bangga Buatan Indonesia (PSBBI) untuk mendongkrak omzet para pelaku UMKM.
Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) Papua, Andrew Bahabol mengatakan, selama kegiatan PON pihaknya terus melakukan pembinaan soal penyajian kopi kepada kalangan milenial.
Sebanyak 84 persen UMKM kembali beraktivitas. Pemerintah terus melakukan upaya melakukan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi melalui berbagai program UMKM.
Pemerintah menggunakan dua pendekatan, pertama adalah perlindungan sosial, melalui bantuan sosial. Kedua melalui pemberdayaan, pengembangan UMKM di daerah-daerah.
Brand lokal skincare Mitufaya merupakan salah usaha kecil yang terdampak pandemi COVID-19. Namun, Mila dan Taufik, pemilik Mitufaya enggan berputus asa.
Pada ajang itu pula, Kemenkop UKM turut berpartisipasi dengan membawa produk yang memanfaatkan natural resources, seperti produk rempah olahan untuk mendorong program spice up to the world.
Para pelaku UMKM terdampat itu termasuk para mustahik atau kelompok yang berhak menerima zakat. Sehingga, menjadi salah satu prioritas program kerja Baznas.
Semua yang ditampilkan UMKM betul-betul produk kreatif hasil dari kota Timika, baik kuliner maupun non-kuliner. Untuk nonkuliner ada kerajinan pahat memahat, merajut noken, dan kerajinan lainnya.
Selain sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga merupakan pusat ekonomi syariah terbesar keempat di dunia menurut Global Islamic Economic Indikator.