Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan agar umat Islam tidak menjadi pemalas atas nama Work From Home. Sehingga tidak bertanggung jawab terhadap amanahnya dan tidak membuktikan kapasitasnya. Maka tahun baru hijriah harus jadi momen hijrah dari kemalasan.
Menurut Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan, serangkaian peristiwa hijrah Rasulullah SAW penting untuk ditransformasikan dalam konteks hari ini.
Presiden Joko Widodo menilai kepatuhan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun mencerminkan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun Baru Hijriah 1443 kali ini bertepatan dengan momen bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan bahwa kedua momen tersebut merupakan dua hari besar umat Islam yang patut disyukuri dan disyiarkan.
Menyongsong tahun baru 1 Muharram 1443 Hijriah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat untuk memperkuat semangat hijrah dan gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Hijrah dari kehidupan organisme yang menuhankan selain Allah Ta'ala menuju ke jihad tauhid yang mebebaskan, mencerahkan, mencerdaskan, serta membawa kehidupan keadaban tinggi di basah sinar nilai-nilai Ilahi.
Muharram merupakan salah satu bulan yang memiliki sejumlah keistimewaan. Hal ini juga mengapa lahir tradisi di Indonesia, seperi satu suro bagi masyarakat Jawa.
Perintah memberi makanan atau bersedekah. Pesan tersebut harus mengingatkan seluruh elemen bangsa tentang kepeduliaan sosial yang menjadi pilar penting dalam bermasyarakat.
Salah satu ibadah sunnah yang dapat diamalkan dalam menyambut 1 Muharram yakni mendirikan shalat tasbih. Sebab keutamaannya dapat menghapus dosa-dosa kita.
Di antara hikmah yang dapat diambil dari amalan ibadah dengan berdoa banyak sekali di antara hikmah yang paling utama dari berdoa adalah dekat dengan Allah.
Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Jakarta Timur (Jaktim) Kiai Haji (KH) Maarif Fuadi mengatakan, Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (yang disucikan) sebagaimana yang difirman Allah SWT dalam Surat At Taubah ayat 36.