Menurut Achmad, zakat merupakan sumber kekayaan peradaban yang dimiliki masyarakat Indonesia. Terlebih, masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang terbaik dalam mendonasikan sesuatu.
Masyarakat Jawa menyebut bulan Muharram sebagai bulan Suro. Orang Jawa memiliki tradisi unik dalam merayakan Muharram atau tahun baru Islam. Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Nursyam, menjelaskan, Islam dan Jawa sudah menjadi entitas kebudayaan yang menyatu dan tidak terpisahkan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya, menjelaskan, perubahan kalender dan tahun Islam dimulai pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat.
Khatib senior Masjidil Haram, Syaikh Dr. Shaleh Humaid, menerangkan, tahun baru 1444 Hijriyah harus menjadi momentum introspeksi diri. Hakikatnya, pergantian tahun menjauhkan manusia dari dari dunia dan rumah serta mendekatkan kepada akhirat dan alam kubur.
Pengurus RW 06 Kelurahan Rawaterate merayakan Tahun Baru Islam 1444 H dengan mengadakan santunan anak yatim dan khitanan massal. Agenda rutin tahunan tersebut tetap dijaga sebagai bentuk kecintaan kepada Ilahi Rabbi Allah SWT.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur KH Maarif Fuadi mengatakan peringatan tahun baru Islam merupakan hal yang penting dilakukan terutama untuk bangsa Indonesia dengan kemajemukan penduduknya.
Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menyampaikan pesan terkait perayaan Tahun Baru Islam 1444 H sebagai momentum hijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar Pekan Raya Muharram dalam menyambut Tahun Baru Islam 1444 Hijriah. Ada sejumlah acara dalam rangkaian Pekan Raya Muharram JIC tersebut.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah memanjatkan doa akhir dan awal tahun. Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib, sementara doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada 1 Muharram.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai acara menyambut tahun baru Islam bukan bid'ah. Sebab hal tersebut bisa dianggap sebagai tradisi, bukan ibadah.
Tahun baru Islam datang sebagai pengingat untuk melihat apa saja yang telah kita kerjakan di tahun sebelumnya. Dikenal dengan istilah refleksi atau muhasabah.