Mahkamah Agung Arab Saudi telah menyatakan bahwa hari pertama Muharram 1446 H akan jatuh pada hari Minggu, 7 Juli. Bulan sabit tidak terlihat di Kerajaan pada Jumat malam
Umat Islam tidak boleh sekadar merayakan tahun baru hijriyah dengan berbagai ritual, pesta, dan perayaan tanpa makna serta pemahaman yang benar terkait arti hijrah
Muharram, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT, merupakan waktu yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia. Sebagai salah satu dari empat bulan suci dalam agama Islam
Menurut perhitungan astronomi, tahun baru Islam diperkirakan akan jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan
Menurut Achmad, zakat merupakan sumber kekayaan peradaban yang dimiliki masyarakat Indonesia. Terlebih, masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang terbaik dalam mendonasikan sesuatu.
Masyarakat Jawa menyebut bulan Muharram sebagai bulan Suro. Orang Jawa memiliki tradisi unik dalam merayakan Muharram atau tahun baru Islam. Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof Nursyam, menjelaskan, Islam dan Jawa sudah menjadi entitas kebudayaan yang menyatu dan tidak terpisahkan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya, menjelaskan, perubahan kalender dan tahun Islam dimulai pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq wafat.
Khatib senior Masjidil Haram, Syaikh Dr. Shaleh Humaid, menerangkan, tahun baru 1444 Hijriyah harus menjadi momentum introspeksi diri. Hakikatnya, pergantian tahun menjauhkan manusia dari dari dunia dan rumah serta mendekatkan kepada akhirat dan alam kubur.
Pengurus RW 06 Kelurahan Rawaterate merayakan Tahun Baru Islam 1444 H dengan mengadakan santunan anak yatim dan khitanan massal. Agenda rutin tahunan tersebut tetap dijaga sebagai bentuk kecintaan kepada Ilahi Rabbi Allah SWT.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur KH Maarif Fuadi mengatakan peringatan tahun baru Islam merupakan hal yang penting dilakukan terutama untuk bangsa Indonesia dengan kemajemukan penduduknya.
Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menyampaikan pesan terkait perayaan Tahun Baru Islam 1444 H sebagai momentum hijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.