LANGIT7.ID - Menilik jejak dan sejarah di masa Rasulullah SAW, Peradaban Islam lahir dari sebuah proses hijrah, yaitu perpindahan atau pergerakan baik secara fisik maupun spiritualisme. Berawal proses hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, lahirlah peradaban Islam Rahmatan Lil-‘Alamin. Kekuatan spiritual, sosial, politik, dan ekonomi bangkit secara simultan.
Baca Wawancara Lainnya: Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia Muharram sebagai momentum bangkit bersama adalah manifestasi kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam tatanan kehidupan sosial politik di Madinah yang berdampingan dengan ummat lain tanpa saling mengganggu. Di momentum ini dan waktu-waktu di luar bulan haram, hendaknya setiap kita melakukan muhasabah dan menjadikan pribadi lebih baik dalam rangka meningkatkan amal saleh dan takwa.
Masih dalam momentum Muharram, redaksi
LANGIT7.ID melakukan wawancara dengan Bupati Bogor Ade Yasin mengenai tema seputar Muharram dan keummatan di Kabupaten Bogor. Berikut petikannya:
Menurut Anda, apa makna perayaan tahun baru Islam? Bagi saya, tahun baru Islam adalah momentum untuk refleksi dan momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai pelayan masyarakat tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, utamanya dalam menanggulangi wabah pandemi Covid-19. Sederhananya, tahun baru ini datang sebagai pengingat untuk melihat apa saja yang telah kita kerjakan di tahun sebelumnya yang biasa kita kenal refleksi atau muhasabah.
Bagaimana langkah Kabupaten Bogor dalam penanganan Covid-19?Saya telah mengeluarkan Keputusan Bupati Nomor 443/393/Kpts/per-UU/2021 Tentang Perpanjangan PSBB Pra AKB melalui PPKM Level 4 mulai tanggal 3–9 Agustus 2021 yang berisi tentang: Pertama, himbauan kepada Camat agar dapat mengantisipasi kemungkinan kegiatan yang dapat menyebabkan kerumunan seperti tabligh akbar dan pawai obor.
Kedua, sosialisasi dan koordinasi serta komunikasi dengan Forkopimcam, Ormas Keagamaan, Tokoh Masyarakat untuk Bersama-sama menghimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan penyambutan pergantian malam tahun baru Islam yang berpotensi mengakibatkan kerumunan. Ketiga, sebagai bentuk refleksi atas pergantian tahun baru Islam, sebaiknya kita berdoa dan berzikir di rumah saja Bersama keluarga tercinta.
Baca Juga: MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (4) | Gubernur Sumbar: Baca Sejarah! Kita Merdeka karena Kompak dan BersatuApa program khusus Kabupaten Bogor dalam menyambut Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram di masa pandemi?Tidak ada program khusus, hanya saja saya menghimbau kepada seluruh kaum muslimin di Kabupaten Bogor dalam upaya pencegahan penyebaran dan pemutusan mata rantai covid-19 di masa PPKM level empat ini agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengakibatkan kerumunan massa. Maka, sebagai bentuk refleksi atas pergantian tahun baru Islam, sebaiknya kita berdoa dan berzikir di rumah saja bersama keluarga tercinta.
Apa program Anda agar nilai-nilai semangat hijrah atau tahun baru Islam dapat lestari di kalangan kaum milenial? Baik, pertama kita ada program Jumat mengaji atau dinamakan 'Bogor Ngaos', program penambahan 4 jam pendidikan agama dan keagamaan di seluruh sekolah se-Kabupaten Bogor, program Forkopimda Goes to School, dan Majelis Ta’lim Keliling (Majling) sebelum pandemi.
Bagaimana harapan atau pesan Anda dalam semangat tahun baru Islam tahun ini?Tahun Baru Islam menjadi awal yang tepat bagi kita semuanya untuk memperbaiki diri terhadap yang telah kita perbuat di masa lalu. Selain itu, juga menjadi momentum untuk bangkit dari wabah pandemi Covid-19.
Dalam upaya meningkatkan ketaqwaan masyarakat, apa program yang dicanangkan dan sudah dijalankan Kabupaten Bogor? Dalam visi 'Bogor Berkeadaban' dengan misi mewujudkan kesaehan sosial. Programnya ada di dalam Karsa Bogor Berkeadaban, seperti program Jumling (Jum’at Keliling) dan Majling (Majlis Ta’lim Keliling). Kemudian bedah pondok pesantren tidak layak huni, bantuan legalitas pondok pesantren, penambahan empat jam pendidikan agama dan keagamaan, dan optimalisasi Islamic Center (Pusdai).
Baca Juga: MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (5) | Dirut Baznas: Potensi Indonesia Sangat Besar Jika Ummat Islam Jalankan SyariatMengenai sarana keagamaan, seperti masjid, mushalla, pesantren, dan majelis taklim, bagaimana kontribusi dan dukungan Pemkab? Iya, kami ada peningkatan instentif untuk guru ngaji, guru madrasah, kemudian menggelontorkan bantuan dana hibah sebesar Rp12,5 milyar untuk 228 sarana keagamaan seperti Pesantren, masjid, mushalla, dan majlis ta’lim, insentif Rp132 milyar untuk 10.891 guru honorer, Rp11 milyar untuk 4.582 guru madrasah, Rp6,8 milyar untuk 2.580 guru SD, dan SMP serta Rp16,2 milyar untuk seragam sekolah 108.000 siswa SD.
Terkait kebangkitan ekonomi syariah, seperti apakah keberpihakan Pemkab Bogor terhadap UMKM di Bogor yang berbasis syariah?Kami berkomitmen dan memberikan bantuan sosial permodalan kepada 2.164 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) senilai Rp15 miliar. Pemberian bansos itu untuk pemulihan ekonomi para pengusaha yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Selain bantuan permodalan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan bantuan kepada 7.172 korban pemutusan hubungan kerja (PHK) senilai Rp17,93 miliar. Bantuan permodalan dan bantuan korban PHK ini berasal dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2020 dengan alokasi anggaran senilai Rp32,92 miliar.
Di masa pandemi ini, cukup banyak ulama wafat. Apa upaya pemerintah untuk regenerasi keulamaan?Pemkab Bogor bekerjasama dengan MUI Kabupaten Bogor menyelenggarakan Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) sebagai program andalan MUI Kabupaten Bogor yang menjadi percontohan nasional, di mana sudah melahirkan 14 angkatan, di mana setiap angkatannya ada 50 alumni PKU yang tersebar di 40 kecamatan.
Baca Wawancara Lainnya: Potensi Indonesia Sangat Besar Jika Ummat Islam Jalankan Syariat
Gubernur Sumbar, Kita Merdeka karena Kompak dan Bersatu
Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?(jak)