Penceramah Buya Yahya mengatakan, mendapatkan hidayah dari Allah SWT adalah hal yang mudah. Kuncinya satu, yakni ketika ada bisikan kebaikan maka sambutlah meski sepahit apapun itu.
Ketika Allah Ta'ala menghendaki adanya hari akhir, maka umat manusia dalam keadaan kebingungan yang luar biasa atas terbelahnya bumi menjadi potongan-potongan lain.
Keadaan sehat, nyaman, banyak uang, dan berkuasa adalah sebab paling sering suatu kaum atau bangsa kemudian lalai dari mengingat Allah Ta'ala. Bahkan, kemudian menjadi orang-orang yang mengingkari akan aturan-Nya.
Allah senantiasa memberikan rezeki kepada hamba-Nya yang bekerja keras. Sang Khalik akan membuka pintu rezeki lainnya jika seorang hamba-Nya bekerja keras diiringi dengan ibadah yang tulus.
Mudir Ma'had Imam Bukhari Bandung, Ustaz Ginanjar Nugraha mengatakan, jika seorang muslim sengaja tidak memilih calon pemimpin yang baik dan sesuai dengan anjuran dalam Islam, maka akan menanggung dosa.
Menurut dia, apabila seseorang mau berusaha untuk menemukan kesadaran diri sehingga tahu alasan seseorang hidup. Maka hal itu bisa dijadikan sebagai sebuah pegangan.
Dalam kehidupan ini pastilah kita banyak menemui masalah. Akan tetapi, bagaimana menyikapi permasalahan yang terjadi dan bagaimana seseorang menyelesaikannya, tentu bergantung pada diri orang itu sendiri.
hati yang bersih mampu melahirkan kepribadian yang hebat dalam diri manusia. Jika tidak demikian, maka manusia akan condong memiliki sifat iri, dengki, dan terobsesi terhadap gaya hidup orang lain.
Ustaz Khalid menuturkan, satu hal yang bisa menyelamatkan si penggibah dari hukuman Allah yakni meminta maaf kepada sasaran gibahnya. Sebaliknya, sasaran si penggibah bila memaafkan akan mendapatkan pahala.
Takaran rezeki yang Allah berikan kepada setiap manusia itu tidak ada yang salah. Jika pola pikir seperti itu mulai ditanamkan, maka penyakit hati lambat laun akan hilang sehingga menimbulkan prasangka baik terhadap Allah SWT.
Ustaz Khalid menjelaskan bahwa Nabi SAW memerintahkan umatnya mengucap kalimat Istirja ketika tertimpa musibah. Kemudian ditambah dengan Allahummaajirni fii mushibati wa akhlif lii khairan minha.