Menurut dia, seluruh aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari pun harus diniatkan karena Allah SWT. Karena pada dasarnya, Allah menciptakan manusia tidak lain untuk menyembah-Nya.
Pria berusia 40 tahun ini turut mengingatkan agar setiap mukmin tidak terlena dengan nikmat yang Allah berikan. Kendati menikmati hidup tidak dilarang dalam agama.
Tidak ada ceritanya orang yang menolong agama Allah akan babak belur dan dihina dina. Asalkan senantiasa berpikir untuk memenangkan agama Allah dan berpikir besar maka Allah Ta'ala akan menundukkan alam semesta beserta isinya bagi para pejuang agamanya untuk memuluskan jalan meraih kemenangan Islam.
Melalui kata-kata, seseorang bisa menolong orang lain, namun lewat kata-kata pula manusia dapat menimbulkan kerugian tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain.
Iman akan bertambah dengan ketaatan dan iman akan menurun dengan kemaksiatan. Maka, barang siapa yang imannya sedang menurun dan hatinya sedang mati dalam perangkap maksiat, bangkitlah dengan agenda-agenda ketaatan.
Ancaman krisis pangan global adalah peluang bagi masyarakat Indonesia, khususnya para petani, untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Masyarakat bahkan bisa memulainya dari rumah.
Ustaz Abdul Somad (UAS) mengatakan, untuk menempuh perjalanan menuju surga Allah SWT bukan hanya dengan menunaikan ibadah wajib dan sunnah saja, tapi juga dengan menempuh ujian yang diberikan Allah SWT.
Menurut UAH, seorang mukmin yang memiliki iman sampai ke hati, berarti dia sudah memantapkan imannya. Karena iman yang telah sampai ke hati itu tandanya seorang mukmin telah berkomitmen kepada Allah SWT.
Dengan membaca dan memahami surat Alquran, seorang hamba akan diantarkan pada kemuliaan dan keberhasilan hidup yang sejati. Yaitu, hidup sebagai hamba Allah Taala yang dimuliakan dengan qalbu dan akal.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, ada rezeki yang Allah titipkan kepada orang tua untuk menafkahi keluarga mereka. Rezeki tersebut merupakan yang halal dan berpengaruh kepada pertumbuhan anak-anak.
Sifat orang mukhlis cenderung masih belum sekuat mukhlas. Artinya, jika dia dipuji maka dia akan merasa sangat senang. Namun ketika mendapatkan celaan ataupun hinaan, maka dirinya akan merasa down.
Ingatlah ketika kita pelan-pelan mulai menjauh dari syariah Islam, bahwa kelak kita akan kembali kepada Allah, suka atau tidak suka. Kita juga akan kembali untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan suka atau tidak suka.
Ustaz Hanan menegaskan, Allah SWT itu tidak benci kepada hamba-Nya yang tidak merasa putus asa. Dan Allah selalu bersama mereka yang berharap kepada-Nya.