Jika pengertian sabar adalah menahan diri terhadap apa yang tidak disukai. Maka, seseorang dapat dikatakan sebagai orang bersabar manakala ia mampu bersikap seperti ini, tepat di saat ujian itu menghantam.
Dalam sebuah hadis riwayat Baihaqi, lanjut Ustaz Khalid, orang-orang yang masuk ke surga kelak akan menyesali perbuatannya. Sebab mengisi waktu dengan hal-hal yang tidak berfaedah semasa hidupnya.
Di hari Kiamat, orang akan dibangkitkan berkelompok-kelompok. Tidak ada yang sendiri. Orang masuk surga juga berkelompok dan yang masuk neraka juga berkelompok. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan betul dengan siapa kita berteman dan berkelompok di dunia saat ini.
Pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menegaskan, rahmat Allah sangat luas. Allah selalu memberikan cinta tak terkira kepada hamba-hamba yang datang untuk bertaubat.
Umat Islam mendapat jaminan masuk surga, baik melalui hisab terlebih dahulu atau tanpa hisab. Syaratnya, sampai akhir hayat bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Taala. Tapi pertanyaannya apakah akan langsung masuk surga
Ustaz Khalid menuturkan, keadaan yang kedua yakni dalam meninggalkan kemaksiatan. Tak sedikit orang yang terjerumus dalam kemaksiatan, baik kemaksiatan besar ataupun kecil.
Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dapat melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Bisa juga melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah.
Karena di bulan Muharram, doa-doa para nabi dikabulkan oleh Allah SWT. Muharram bisa dikatakan bulan di mana lulusnya ujian para nabi ketika mendapatkan cobaan berat.
Habib Abdurrahman Al-Habsyi mengingatkan, kehidupan manusia di dunia sangat singkat. Ibarat seorang musafir yang singgah berteduh dan akan segera melanjutkan perjalanan.
Tidak ada siapapun di dunia ini ini pantas disembah. Kita menghambakan diri dengan tawakal hanya kepada Allah. Di sini Allah mengajarkan manusia untuk mensucikan jiwa kita dengan satu kalimat dalam Alquran: Tauhid.