bangsa ini memerlukan orang pintar dan lebih penting pula perlu orang-orang benar. Kalau cuma pintar, tetapi tidak benar kata Zainuddin MZ, maka tidak dapat menjalankan amanah dengan adil dan maksimal.
Gus Baha dalam salah satu ceramahnya mengatakan agar setiap muslim menunjukkan ketaatannya. Dengan harapan agar seseorang bisa mengalahkan kemaksiatan yang merajalela dan dilakukan secara terbuka.
Lupa sudah menjadi sifat manusia. Karena sering terjadi, penting bagi kita untuk mengetahui apa sebab dari lupa dan amalan yang dituntunkan dalam rangka mencegahnya.
Setiap Muslim pasti ingin merasakan nikmat dan manisnya iman kepada Allah SWT. Namun sayangnya tak semua Muslim bisa merasakannya. Almarhum KH Zainuddin MZ menyampaikan ada tiga syarat agar kita bisa merasakan manisnya iman.
Ujian hidup itu memiliki beberapa tingkatan. Tiap tingkatan mempunyai karakteristik tersendiri. Ujian itu harus dihadapi dengan penuh kesabaran, agar bisa mencapai derajat takwa di sisi Allah Taala.
Salah satu kelebihan manusia, yaitu Allah berikan syahwat atau hawa nafsu. Tenaga inilah yang mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupan manusia. Hawa nafsu bisa membawa manusia kepada kejayaan, namun juga bisa membawa kepada jurang kehancuran.
Setiap orang di akhirat nanti akan sibuk dengan urusannya masing-masing, boleh jadi orang tua tidak sempat memikirkan anaknya, begitupun saudara tidak sempat memikirkan saudara lainnya. Dalam kondisi seperti itu, ada tujuh golongan manusia yang langsung mendapat perlindungan dari Allah SWT.
Hendaknya suami dan istri senantiasa meminta kepada Allah agar dimudahkan urusan dalam ketaatan kepadaNya dan diberikan kedamaian dalam rumah tangganya
Menurut Haedar, hidup, sakit, dan mati bukan perkara praktis seperti barang murah yang mudah dibuang atau sekali pakai. Hidup dan mati itu sangat berharga dan harus bermakna.
Muslim harus benar-benar menyadari hubungan dengan sesama muslim itu bukan hal biasa saja, melainkan relasi sangat kuat, karena diserupakan hubungan saudara dalam keluarga
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah menceritakan seorang pembunuh yang telah membunuh 100 orang. Namun pada akhirnya ia diampuni oleh Allah SWT. Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bagaimana pembunuh tersebut pada akhirnya mendapatkan ampunan Allah.