LANGIT7.ID - Di antara sifat dan watak manusia adalah ingin merasakan nikmat dan manfaat dari sesuatu yang dimilikinya. Seperti orang memiliki radio, tentu dia ingin merasakan apa nikmatnya dan manfaatnya memiliki radio. Demikian disampaikan almarhum KH Zainuddin MZ dalam sebuah ceramahnya, dikutip Senin (13/9/2021).
"Contoh lain, iman yang kita miliki akan menjadikan apapun yang diperintahkan dan dituntut oleh Allah akan terasa nikmat dan manfaat. Iman memerintahkan kita untuk sujud, sujud itu nikmat, namun kalau ini belum kita rasakan, apapun yang diminta oleh nilai iman akan terasa pahit," ujarnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Jabatan Tanpa Iman, Firaun-Firaun Baru Muncul"Iman memerintahkan kita untuk sujud itu pahit, iman memerintahkan kita untuk zakat itu getir, iman memerintahkan kita untuk shadaqah itu berat. Maka untuk bisa merasakan manfaat dan lezatnya iman dalam kehidupan harus merujuk kepada salah satu hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Anas bin Malik," imbuhnya.
Hadist tersebut menjelaskan tiga perkara, di mana ketika seseorang ingin merasakan manis dan lezatnya iman, maka harus melewati tiga perkara ini. Pertama, orang yang cinta kepada Allah dan Rasul di atas segalanya. Inilah syarat pertama untuk bisa merasakan manisnya iman.
"Saudara-saudara, dalam hidup ini Allah hanya memberikan satu hati untuk kita, dalam hati itu terkumpul sejuta rasa; ada rasa sayang, ada rasa benci, dan lain sebagainya, itu hal yang wajar. Yang dilarang dalam agama, jangan cintamu terhadap alam dan isinya, mengalahkan cintamu kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap alam dan isinya ada batasnya," tuturnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Manusia Tak Pantas Sombong, Semua Hanya Titipan"Titel, gelar, pangkat, dan jabatan semua ada ujungnya, tetapi saudara semua akan mendapat titel penghabisan, yaitu almarhum. Oleh karenanya, terhadap sesuatu yang ada batasnya, jangan cinta ini diberikan sepenuhnya,," sambungnya.
Ia menjelaskan bahwa cinta kepada Allah adalah cinta kepada Islam dan tidak bisa ditawar. Cinta kepada Islam adalah kesediaan mengikuti aturan hidup sesuai dengan petunjuk Islam dan kerelaan untuk berjuang serta berkorban demi kepentingan Islam.
Hal kedua, apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. Menukil dari salah satu hadits bahwa umat Islam yang satu dan lainnya ibarat satu tubuh yang sama.
"Kalau kita cintai orang karena hartanya, kalau dia jatuh hartanya kita akan lari. Ada peribahasa, ketika orang kaya siapa saja mau mendekat, tetapi ketika dia bangkrut, lalar saja tidak mau mendekat," ucapnya berkelakar.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat"Itulah realita kehidupan. Nabi pesan cintai seseorang karena Allah dan berpisah karena Allah, tali ikatan yang paling kuat mengikat persaudaraan adalah akidah, apapun bahasa, warna kulitnya, kalau dia seakidah,maka dia saudara kita," ucapnya lagi.
Dan ketiga, ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka. "Tidak salah satu dari kita ingin masuk neraka, begitulah kita tidak suka ketika kekufuran, kemaksiatan, keharaman dibungkus dengan berbagai cara itu tumbuh berkembang," ujarnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Semakin Berkualitas Iman, Makin Hebat Ujiannya(jqf)