LANGIT7.ID, Jakarta - Ummat manusia yang mengklaim diri mereka beriman kepada Allah SWT, sejatinya tidak akan lepas dari ujian keimanan. Dalam Surat Al-Ankabut ayat dua Allah mengatakan, bakal menguji kadar dan keimanan seorang mukmin sebagaimana mereka mengaku beriman.
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ
"
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman' dan mereka tidak diuji?" (QS: Al-Ankabut ayat 2)
"Timbul pertanyaan, mengapa orang beriman yang justru diuji Allah
Subhanahu wa Ta'ala (SWT). Logikanya simpel saja, anak yang tidak sekolah tidak mungkin ikut ujian, semakin tinggi kelasnya, semakin tinggi soalnya," demikian tutur almarhum Kiai Haji (KH) Zainudin MZ dalam salah satu cuplikan ceramahnya, dikutip Rabu (8/9/2021).
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada AllahDemikian pula dalam kehidupan beragama. Semakin tinggi kualitas keimanan seseorang, makin tinggi pula kualitas ujiannya. Nabi SAW bersabda, sesungguhnya ujian paling berat adalah yang diberikan kepada para nabi, di bawah itu para wali Allah, kemudian ulama, dan seterusnya di bawah para ulama.
"Jadi semakin teguh kita berpegang pada ajaran agama, maka semakin berat ujian dan cobaan yang kita hadapi dalam kehidupan kita," ujarnya.
Dia melanjutkan, pokok persoalan ujian bagi orang beriman terletak pada Surat Al-Baqarah ayat 155. "Setiap manusia selalu membawa dua sifat, sifat mana yang lebih menonjol, itulah yang akan dinilai. Tapi yang jelas, dua sifat kontroversial ini ada di tiap diri manusia, apakah sifat berani atau takut, sifat ingin kaya atau takut miskin, dan seterusnya," tuturnya.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
"
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS: Al-Baqrah ayat 155
)
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Manusia Tak Pantas Sombong, Semua Hanya TitipanDalam konteks kehidupan, ada orang kaya yang takut kehilangan hartanya. Alhasil, dia terus berupaya mengumpulkan kekayaan dengan berbagai cara, hingga menjadikannya manusia yang tamak dan serakah.
Sementara, ada pula manusia yang takut kehilangan jabatan. Dengan begitu, dia melakukan berbagai cara dalam kehidupan sehari-hari untuk mempertahankan kekuasaan hingga kehilangan kontrol. Sayangnya kondisi demikian tidak disadarinya.
"Dan ada juga manusia yang takut mati, padahal mati adalah suatu pintu dan setiap orang akan masuk ke dalam pintu tersebut serta mati dapat menjadi nasihat, seperti yang dikatakan Rasulullah dalam suatu hadits," ucapnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan Ummat"Takut miskin adalah penyakit, takut kehilangan kedudukan juga penyakit yang menyebabkan orang menghalalkan segala cara, dan takut mati yang tidak beralasan juga penyakit. Oleh karenanya, takut ini menjadi ujian untuk meningkatkan kualitas iman yang ada di dalam diri kita," ungkapnya.
Baca Juga:
Kangen Zainuddin MZ: Jabatan Tanpa Iman, Firaun-Firaun Baru Muncul
Kangen Zainuddin MZ: Masa Berganti, Aqidah Jangan Sampai Mati(asf)