LANGIT7.ID, Jakarta - Banyak perubahan-perubahan yang dirasakan masyarakat baik di bidang politik, sosial, hingga ekonomi. Almarhum Kiai Haji (KH)
Zainuddin MZ dalam salah satu ceramahnya mengatakan, perubahan-perubahan tersebut sejalan dengan Surat Ali Imran bahwa setiap kekuasaan dan keadaan akan dipergilirkan di antara manusia.
"Jadi, pemimpin adalah pelayan bagi orang yang dipimpinnya, soal ekonomi, lapangan tenaga kerja, dan sebagainya kita serahkan kepada pemimpin yang ahlinya. Tugas kita di zaman sekarang adalah menjaga akidah, meluruskan akidah, dan memantapkan akidah, jangan sampai mbah dukun yang naik ke permukaan," kata Zianuddin MZ dalma sebuah ceramahnya yang mahsyur.
Baca Juga: Kangen Zainudin MZ: Makhluk Selalu Siap Taat kepada AllahIslam dan para rasul yang diutus, kata dia, misi yang pertama membebaskan ummat manusia dari kemusyrikan. Sebagaimana Rasulullah 13 tahun di Makkah menanamkan tauhid dan akidah yang benar dengan seluruh konsekuensinya. Semua persoalan dan segala urusan hendaknya dikembalikan kepada Allah SWT.
"Kalau konsekuen dengan prinsip ini, mbah dukun nggak akan dapat tempat. Saudara kalau sandaran di tiang, tiangnya ambruk, saudara juga akan ambruk, tapi kalau kita bersandar kepada Allah, Allah tidak akan pernah terpuruk, tidak akan pernah kurang kekuasaannya," ucapnya.
"Jadi, persoalan apapun yang kita alami, Allah-lah tempat kita bersandar. Selama ini kita iman dalam ucapan tapi sekuler dalam perbuatan, di masjid (kita beranggapan) ada Allah, di kantor tidak ada, maka korupsi merajalela," ungkapnya.
Baca Juga: Kangen Zainudin MZ: Pemimpin Harus Utamakan Keselamatan UmmatKarena itu, sesulit apapun hal yang dialami manusia, akidah dan iman jangan sampai goyah. Dengan iman, setiap muslim akan menghadap Allah SWT di akhirat kelak.
"Indonesia kita bangkrut, Indonesia kita terpuruk, kalau diurus orang pintar tapi tidak benar. Lebih baik kita diurus orang pintar dan benar," ucapnya.
"Yang disuruh urus hukum, bikin hukum tumpul ke atas tajam ke bawah, maka jangan salahkan kalau lahir pengadilan jalanan di tengah masyarakat. Ini akibat hukum ditegakkan dengan tidak adil," ujarnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Manusia Tak Pantas Sombong, Semua Hanya TitipanDia menambahkan, mutiara paling berharga dalam kehidupan ialah keimanan. Kehidupan tidak akan bernilai tanpa keimanan.
"Harta baru ada manfaatnya kalau dilandasi dengan iman, begitupun jabatan. Kalau jabatan lepas dari iman, maka yang muncul adalah Firaun-Firaun," ujarnya.
Baca Juga:
Jaga Akidah, Kemenag Diminta Komunikasi ke MUI Soal Bahai dan Ahmadiyah
Butuh Waktu Bagi Penyintas Covid-19 Pulihkan Paru-Paru(asf)