Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Segerakan Taubat, Rasulullah SAW Berlindung dari 8 Perkara Ini

fajar adhitya Kamis, 16 September 2021 - 01:35 WIB
Segerakan Taubat, Rasulullah SAW Berlindung dari 8 Perkara Ini
Seorang muslim membaca Al Quran (ilustrasi). Segerakan bertaubat dari dosa untuk menghindari delapan perkara yang Rasulullah SAW berlindung darinya Foto: Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Bukan main-main anjuran untuk segera bertaubat memohon ampun dari segala khilaf dan alpa. Bahkan Rasulullah ﷺ dalam satu hari membaca istighfar dan bertaubat kepada Allah Subhanahu w Ta'ala lebih dari 70 kali.

Dari Abu Hurairah RA beliau berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadanya lebih dari tujuh puluh kalli dalam sehari " (Hadist Riwayat Al Bukhari).

Padahal beliau adalah kekasih Allah yang memiliki derajat maksum, terjaga dari dosa dan diampuni semua salah dan dosa.

Ini untuk menunjukkan betapa penting bersegera pada taubat untuk menggugurkan dosa, sebab dosa menggelapkan hati . Tak hanya itu dosa dapat pula mendatangkan perkara-perkara buruk.

Ada delapan perkara yang Rasulullah ﷺ berlindung darinya, yakni gelisah, sedih, lemah, malas, pengecut, kikir, terlilit hutang, dan diperas orang lain.

Dikutip dari buku Ad-Daa wad Dawaa karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dosa mematikan hati, membuatnya sakit kronis, atau melemahkan kekuatan hati seorang hamba dan menjadikan ia sosok yang lemah.

Kelemahan ini niscaya berakhir pada delapan perkara yang Nabi ﷺ berlindung darinya, yaitu gelisah, sedih, lemah, malas, pengecut, kikir, terlilit utang, dan diperas orang lain (HR Bukhari dan Muslim).

Setiap dua dari delapan perkara tersebut merupakan pasangan. Kegelisahan dan kesedihan merupakan pasangan.

Jika hati ditimpa kekhawatiran terhadap yang diprediksi terjadi, niscaya timbullah kegelisahan. Sementara itu, jika perkara tersebut memang sudah terjadi, timbullah kesedihan.

Kekhawatiran dan kesedihan di sini terutama disebabkan oleh hal-hal bersifat keduniawian.

Kelemahan dan kemalasan adalah pasangan. Jika seorang hamba tidak mendapatkan sebab-sebab kebaikan dan keberuntungan dibalik tiadanya kemampuan, maka itulah kelemahan. Kemudian jika disebabkan oleh tiadanya keinginan untuk berbuat, maka itulah kemalasan.

Pengecut dan kikir adalah pasangan. Apabila seseorang takut terluka kehilangan kedudukan dan posisi aman maka itulah pengecut, sedangkan jika ia takut kehilangan hartanya, maka itulah kikir.

Terlilit hutang dan diperas adalah pasangan. Jika tekanan yang dialami orang disebabkan perkara yang memang dibenarkan (untuk menghidupi), maka berarti karena terlilit hutang, jika bersumber dari kebathilan, maka itulah pemerasan.

Maksud penjelasan tersebut, dosa merupakan sebab utama yang mendatangkan delapan perkara di atas, sebagaimana ia merupakan sebab terkuat dalam mendatangkan kesengsaraan, kondisi yang benar-benar sulit, buruknya qadha (takdir), dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpa.

Dosa juga merupakan sebab terbesar yang menyebabkan hilangnya nikmat Allah, sirnanya kesehatan dan kesejahteraan, adzab yang mendadak, serta seluruh kemurkaan-Nya.

Manusia tidak mungkin luput dari dosa, sebab tak mungkin salah satu Asmaul Husna, Al Ghafur tidak menunjukkan sifat yang Maha Mengampuni.

Karena itulah hamba Allah diseru agar bersegera dalam taubat dan juga menambah perrbuatan kebaikan untuk menebus catatan dosa agar tidak berlama-lama dalam kegelapan.

Lagipula dalam sebuah hadis Qudsi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berjanji,

''Apabila seorang hamba-Ku mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. Apabila ia mendekati- Ku satu jengkal, Aku akan mendekatinya satu hasta.'' (HR Bukhari dan Muslim)

Walahu'alam

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)