LANGIT7.ID, Jakarta - Untuk menjadi seorang muslih tentunya ada berbagai macam tantangan. Perlu diketahui, ada sedikit perbedaan antara orang muslih dan orang salih dalam Islam.
Ustaz Adi Hidayat (UAS) menjelaskan bahwa orang-orang yang menjadi muslih maka resikonya akan selalu mendapat tantangan-tantangan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
"Kalau kita ingin menjadi muslih ngajak orang lain untuk dekat dengan qur'an, apalagi kalau ke levelnya semakin tinggi, berdakwah, menerangkan yang baik-baik, menjauhkan dari kemunkaran pasti otomatis akan mendapatkan penerimaan-penerimaan yang tidak seragam," jelas UAH dikutip dalam ceramahnya di akun Ustaz Adi Hidayat Official, Senin (5/9/2022).
Baca Juga: UAH: Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah, Ampunan-Nya Sangat LuasNamun, kata UAH, orang salih berbeda dengan orang muslih. Jika muslih mengajak kebaikan kepada orang lain, maka orang salih menjadi baik untuk kepribadiannya sendiri.
"Jadi kalau kita ingin menjadi salih, problem pertamanya harus mampu mengentaskan kendala secara internal dalam diri kita, rasa malas, ragu-ragu kurang disiplin itu pribadi," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, menjadi seorang muslih tidaklah mudah ketimbang menjadi orang salih. Sebab ketika menebar kebaikan akan ada banyak tantangan yang sudah menjadi fitrah.
"Kalau ingin jadi dai tidak mau ditentang itu artinya keluar dari fitrah, jadi ulama tidak ingin diuji dengan pertentangan itu artinya keluar dari fitrah," ujar UAH.
Baca Juga: Aturan Baru, Ini 7 Syarat Pemegang Visa Turis Masuk ke Saudi(zhd)