Sekjen PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti, berbagi pengalaman Indonesia dalam forum internasional di Paris. Presiden Macron tertarik dengan kerukunan di Indonesia, terutama pasca kunjungan Paus. Dialog antaragama ini membahas isu global dan keberagaman, menunjukkan peran penting Indonesia dalam diplomasi lunak dan kerukunan umat beragama di kancah internasional.
Abdul Mu'ti mengungkap rahasia kepemimpinan Nabi Muhammad dan Umar bin Khattab dalam pengajian Muhammadiyah. Kedua tokoh ini menjadi teladan servant leadership dengan gaya hidup sederhana dan kepedulian tinggi pada rakyat. Mu'ti mengaitkan konsep ini dengan tantangan kepemimpinan modern, menekankan pentingnya pemimpin yang melayani dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
BCA menghibahkan ruko dua lantai kepada Muhammadiyah Bekasi, memicu candaan soal lantai ketiga. Kerjasama berlanjut dengan pembuatan film Ir Juanda, pahlawan nasional dan kader Muhammadiyah. Muhammadiyah juga memproduksi film Ki Bagus Hadikusumo dan Fatmawati, mengungkap peran penting mereka dalam sejarah Indonesia. Kolaborasi ini memperkuat hubungan BCA-Muhammadiyah dalam berbagai bidang.
Muhammadiyah, organisasi Islam modern, menjadi pionir harmoni beragama dan ketahanan bencana di Indonesia. Dengan jaringan luas meliputi pendidikan, kesehatan, dan sosial, mereka menerapkan pendidikan inklusif dan aktif dalam penanganan bencana. Strategi holistik mencakup reinterpretasi agama, edukasi publik, kemitraan, dan pemanfaatan tradisi lokal, menjadikan Muhammadiyah mitra penting pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih kuat dan inklusif.
Sekjen PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti, mengkritik sikap DPR yang menentang putusan MK terkait Pilkada 2024. Beliau menekankan pentingnya DPR menghormati lembaga yudikatif dan menjadi teladan dalam mematuhi undang-undang. Langkah kontroversial DPR ini berpotensi menimbulkan disharmoni sistem ketatanegaraan dan memicu reaksi publik yang tidak kondusif bagi kehidupan berbangsa.
Tidak bisa dipungkiri persoalan mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masalah sosial, oleh karena itu Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
Sekretaris Umum PPM, Prof Dr. Abdul Mu'ti, mengunjungi Tiongkok atas undangan pemerintah setempat. Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Chen Xiaodong, Tiongkok mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dan berkomitmen meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan.
Pasca penarikan dana Muhammadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI), Muhammadiyah akan melimpahkan kepada bank bank syariah lainnya. Namun, Muhammadiyah tidak akan membatasi satu atau dua bank Syariah saja.
Allah Swt. memberikan kepada manusia yang bertakwa kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan. Kemudahan tersebut bisa berupa kesempatan, jalan keluar dari masalah, atau rezeki yang lancar. Dengan bertakwa, seseorang akan merasa lebih tenang dan percaya bahwa Allah Swt. akan selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.
Pendidikan nasional tidak boleh lepas dari dimensi iman, takwa, dan akhlak mulia. Berkali-kali Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan akan hal ini.
Umat Islam dalam waktu dekat juga akan merayakan Idul Adha yang di dalamnya terdapat ritual ibadah haji. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti berseloroh
Di antara ciri manusia yang bertakwa adalah suka tolong menolong dengan sesama. Mereka selalu siap membantu orang lain tanpa pamrih, karena mereka percaya bahwa dengan memberikan bantuan kepada sesama, mereka juga mendapatkan berkah dan kebaikan dari Allah Swt.