Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah baru, Abdul Mu'ti, bersiap menggelar revolusi pendidikan. Fokus utamanya: zonasi, Merdeka Belajar, dan ujian nasional. Dengan pendekatan mendengarkan aspirasi, Mu'ti berkomitmen mengkaji ulang kebijakan kontroversial ini. Tujuannya jelas: menciptakan sistem pendidikan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan visi kepemimpinan nasional, demi masa depan generasi penerus bangsa.
Salah satu kader Muhammadiyah yang masuk Kabinet Merah Putih adalah Abdul Muti. Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini dilantik Senin (21/10/2024)
Pembekalan intensif di kediaman Prabowo Subianto mengundang 59 tokoh penting, termasuk calon menteri dan pejabat tinggi negara. Acara ini menimbulkan perhatian tentang strategi pemerintahan mendatang. Kehadiran figur-figur kunci dan pengamanan yang memadai menunjukkan signifikansi pertemuan dalam pembentukan kabinet baru.
Abdul Mu'ti, tokoh Muhammadiyah, terpilih sebagai calon Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pengumuman ini menjadi sorotan di tengah ramainya pertemuan tokoh nasional di kediaman Prabowo. Latar belakang Mu'ti di dunia pendidikan Islam diharapkan membawa perubahan positif bagi sistem pendidikan Indonesia.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Muti menyebutkan, proses demokrasi di Indonesia masih sebatas procedural, belum sampai pada substansi.
Prof Abdul Mu'ti, tokoh Muhammadiyah, mengungkap lima tantangan utama agama di Asia dalam forum internasional di Paris. Krisis mental, populasi menua, isu kemanusiaan, lingkungan, dan ekonomi menjadi sorotan. Di era digital, agama harus beradaptasi menghadapi moneyteisme. Mu'ti menekankan pentingnya kolaborasi lintas agama, bukan sekadar toleransi, untuk menjawab tantangan zaman.
Sekjen PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu'ti, berbagi pengalaman Indonesia dalam forum internasional di Paris. Presiden Macron tertarik dengan kerukunan di Indonesia, terutama pasca kunjungan Paus. Dialog antaragama ini membahas isu global dan keberagaman, menunjukkan peran penting Indonesia dalam diplomasi lunak dan kerukunan umat beragama di kancah internasional.
Abdul Mu'ti mengungkap rahasia kepemimpinan Nabi Muhammad dan Umar bin Khattab dalam pengajian Muhammadiyah. Kedua tokoh ini menjadi teladan servant leadership dengan gaya hidup sederhana dan kepedulian tinggi pada rakyat. Mu'ti mengaitkan konsep ini dengan tantangan kepemimpinan modern, menekankan pentingnya pemimpin yang melayani dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.
BCA menghibahkan ruko dua lantai kepada Muhammadiyah Bekasi, memicu candaan soal lantai ketiga. Kerjasama berlanjut dengan pembuatan film Ir Juanda, pahlawan nasional dan kader Muhammadiyah. Muhammadiyah juga memproduksi film Ki Bagus Hadikusumo dan Fatmawati, mengungkap peran penting mereka dalam sejarah Indonesia. Kolaborasi ini memperkuat hubungan BCA-Muhammadiyah dalam berbagai bidang.
Muhammadiyah, organisasi Islam modern, menjadi pionir harmoni beragama dan ketahanan bencana di Indonesia. Dengan jaringan luas meliputi pendidikan, kesehatan, dan sosial, mereka menerapkan pendidikan inklusif dan aktif dalam penanganan bencana. Strategi holistik mencakup reinterpretasi agama, edukasi publik, kemitraan, dan pemanfaatan tradisi lokal, menjadikan Muhammadiyah mitra penting pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih kuat dan inklusif.