Kemendikdasmen gandeng 'Aisyiyah untuk perkuat pendidikan inklusif dan wajib belajar 13 tahun. 'Aisyiyah telah memiliki lebih dari 20 ribu TK ABA yang tersebar hingga mancanegara, jumlah ini melebihi TK milik pemerintah.
MK mewajibkan pembelajaran agama di sekolah mendapat dukungan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Kementerian fokus mengatasi kekurangan guru agama melalui program percepatan pemenuhan tenaga pengajar untuk memperkuat pendidikan karakter siswa sesuai amanat UUD 1945 dan UU Sisdiknas 20/2003.
Kementerian Pendidikan luncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Jakarta. Program ini fokus pada rutinitas bangun pagi, ibadah, olahraga, makan sehat, belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Inovasi pendidikan karakter ini didukung penuh oleh DPR dan berbagai kementerian.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Mendikdasmen RI, Abdul Muti mengajak guru-guru Muhammadiyah di Cilacap untuk kembali meluruskan niat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menekankan pentingnya agility dalam menghadapi perubahan global. Pada Gelar Prestasi Anak Bangsa 2024, penerima Beasiswa Indonesia Maju menunjukkan inovasi cemerlang. Konsep 6C (critical thinking, creativity, communication, collaboration, character, citizenship) menjadi kunci pengembangan generasi emas Indonesia menuju 2045.
Kemendikdasmen merombak sistem 24 jam mengajar dengan memberikan fleksibilitas baru bagi guru. Kini, selain mengajar di kelas, kegiatan membimbing siswa dan mengikuti pelatihan profesional juga dihitung sebagai jam kerja. Perubahan ini bertujuan agar guru bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.
Muhammadiyah terus berperan aktif menghadirkan kemakmuran melalui berbagai amal usaha di Indonesia. Melalui RS PKU Muhammadiyah Solo dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), organisasi ini memberikan dampak ekonomi signifikan dengan mempekerjakan ribuan karyawan dan melayani puluhan ribu mahasiswa, sambil tetap menjaga keseimbangan kemakmuran lahir dan batin.
Muhammadiyah, pengelola pendidikan swasta terbesar di Indonesia dengan 1 juta lebih siswa, berkolaborasi dengan Mendikdasmen Prof. Abdul Mu'ti untuk mewujudkan pendidikan bermutu. Fokus utama mencakup wajib belajar 13 tahun dan pengembangan daerah 3T melalui sinergi berbagai lembaga Muhammadiyah, termasuk PAUD Aisyiyah yang berperan penting dalam pendidikan prasekolah.
Isu mengenai rencana ujian nasional (UN) akan kembali diselenggarakan, terus bergulir dan ramai dibicarakan. Menyikapi hal ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Pemerintah mengambil langkah strategis meningkatkan kesejahteraan guru melalui kenaikan gaji yang signifikan mulai 2025. Guru ASN akan menerima tambahan satu kali gaji pokok, sementara guru non-ASN bersertifikasi mendapat tunjangan Rp 2 juta. Kebijakan ini berlaku untuk semua guru yang telah memenuhi kualifikasi, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya gotong royong antara pemerintah dan swasta dalam pendidikan. Saat membuka Rakornas Calon Madrasah Muhammadiyah Unggul 2024, beliau menekankan kesetaraan kualitas sekolah negeri-swasta yang dibuktikan melalui standar akreditasi resmi. Program ini bertujuan mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.