Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Muti, menilai salah satu masalah besar umat Islam saat ini adalah terpecah belah sebab tidak memiliki sosok tokoh yang bisa menjadi pemersatu.
Menurut dia, guyon yang disampaikan bukan sembarangan guyon. Guyonnya adalah guyon maton, yakni guyon yang bermutu bukan guyon wato (asal lucu) atau guyon saru (lucu jorok).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, menilai, kemerdekaan berkaitan erat dengan kedaulatan akhlak sebab perjuangan ulama dahulu memerdekakan Indonesia dari penjajahan merupakan perjuangan moral.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, mengungkap jasa besar Tjahjo Kumolo terhadap Muhammadiyah saat masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 2014-2019.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menyesalkan pembongkaran tiang masjid Muhammadiyah di Kabupaten Bireuen, Aceh. Pembongkaran oleh Satpol PP Aceh sangat melukai hati warga persyarikatan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta para elit politik dapat bersikap arif, bijaksana, dan mementingkan masa depan bangsa dan negara di atas kepentingan individu dan kelompok.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan, sampai saat ini belum ada pembahasan di Pengurus Muhammadiyah terkait pembangunan kantor di IKN.
Menurut Mu'ti, kelompok difabel sejatinya adalah orang yang setara dengan non difabel dalam hal potensi diri. Istilah difabel sendiri berasal dari dua kata, different ability, yang berarti memiliki kemampuan yang lain.
Institusi pendidikan semestinya bisa jadi ruang aman bagi peserta didik. Namun ironisnya tak sedikit institusi pendidikan justru jadi tempat peserta didik mendapatkan kekerasan. Prof. Dr. Abdul Mu'ti, menyoroti kekerasan di dunia pendidikan beberapa bulan terakhir.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Muti, mengatakan, pendidikan hati menjadi hal terpenting dalam ikhtiar membangun sumber daya manusia unggul. Banyak orang cerdas secara intelektual, namun akhlak dipertanyakan.
Kerap kata jahiliyah diartikan sebagai kebodohan, kuno, kehidupan yang amat sederhana, tidak bisa membaca, dan tidak mempunyai pengetahuan teknologi. Padahal sejatinya tidak sebatas demikian.