Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Muti, M.Ed, pemilu Jawa Sentris terjadi karena basis penentuan hasil pemilu hanya berdasarkan one man one vote, sehingga siapa saja pemenang di Pulau Jawa dipastikan akan menjadi pemenang pemilu.
Nama mereka nantinya akan dibawa ke sidang tanwir pada 18 November. Disana nanti diseleksi menjadi 39 orang. Kemudian nama-nama ini akan dibawa ke muktamar untuk dipilih menjadi 13 nama.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Muti, M.Ed, menilai politik identitas tidak bisa dihilangkan dari negara demokrasi. Namun, hal yang menjadi masalah, politik identitas selalu hanya dikaitkan dengan agama saja.
Kasus perundungan dan kekerasan masih ditemui di lembaga pendidikan. Masalah tersebut merupakan persoalan kompleks, dan berdiri sendiri-sendiri. Maka itu, solusi masalah tersebut tidak bisa digeneralisasi.
Muhammadiyah akan menggelar Muktamar ke-48 pada 18-20 November 2022 di Solo, Jawa Tengah. Acara yang mengambil tema Memajukan Indonesia, Mecerahkan Semesta itu akan digelar di Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakara (UMS).
Nama Abdul Mu'ti tak lagi asing di telinga masyarakat. Tokoh yang berprofesi sebagai dosen ini melawan arus bahwa Muhammadiyah merupakan ormas yang serius.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti, menilai islamofobia eksis di Indonesia namun sebatas bersifat personal saja. Sementara tidak ada islamofobia yang terlembaga. Namun akan jadi masalah jika yang terjangkit islamofobia adalah elite.
Muhammadiyah sebagai salah satu ormas Islam besar di Indonesia cukup diperhitungkan dalam politik. Namun Muhammadiyah punya cara tersendiri dalam berpolitik dan menjaga hubungan dengan kekuasaan. Simak penjelasan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Muti, M.Ed, menilai ada empat masalah besar yang kini tengah dihadapi umat Islam di Indonesia. Di antaranya adalah rendahnya kualitas SDM muslim dan segregasi atau perpecahan.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Muti, menilai salah satu masalah besar umat Islam saat ini adalah terpecah belah sebab tidak memiliki sosok tokoh yang bisa menjadi pemersatu.
Menurut dia, guyon yang disampaikan bukan sembarangan guyon. Guyonnya adalah guyon maton, yakni guyon yang bermutu bukan guyon wato (asal lucu) atau guyon saru (lucu jorok).
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, menilai, kemerdekaan berkaitan erat dengan kedaulatan akhlak sebab perjuangan ulama dahulu memerdekakan Indonesia dari penjajahan merupakan perjuangan moral.