Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Muhammadiyah: Ulama Perjuangkan Kemerdekaan untuk Perbaiki Moral Bangsa

Muhajirin Sabtu, 13 Agustus 2022 - 13:00 WIB
Muhammadiyah: Ulama Perjuangkan Kemerdekaan untuk Perbaiki Moral Bangsa
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Muti (foto: muhammadiyah.or.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menilai, kemerdekaan berkaitan erat dengan kedaulatan akhlak. Selama ini, kemerdekaan dimaknai sebagai momentum memperingati bangsa Indonesia bebas dari penjajahan.

Namun, menurut Mu’ti, perjuangan ulama memerdekakan Indonesia dari penjajahan merupakan perjuangan moral. Penjajahan itu mesti diperangi karena bertentangan dengan nilai-nilai moralitas atau akhlak.

Akhlak suatu masyarakat tidak bisa diperbaiki jika masih terjajah. Atas dasar itu, para pejuang kemerdekaan berjibaku melawan penjajahan.

Secara spesifik disebutkan dalam pembukaan UUD 45 alinea pertama, sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Baca Juga: Menyatukan Kenegaraan dan Keagamaan, Kunci Persatuan Indonesia

“Dua kata kunci, perikemanusiaan dan perikeadilan, itu sebenarnya sebuah pernyataan moral dan sebuah perjuangan di mana kemerdekaan itu harus diraih, karena penjajahan tidak sesuai dengan moralitas utama,” Mu’ti dalam kajian bulanan Muhammadiyah, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Bahkan, kata dia, penjajahan mengeluarkan manusia dari sifat kemanusiaanya. Penjajahan menggiring manusia melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

“Tetapi, di atas semua itu tentu saja ketika sebuah bangsa memiliki self determination dalam mengelola sistem pemerintahan, sistem politik kejayaan suatu bangsa sesungguhnya ditentukan oleh kedaulatan akhlak bangsa itu,” ujar Mu’ti.

Politik suatu bangsa akan mencapai puncak kejayaan jika praktik politik ditopang oleh kekuatan akhlak mulia masyarakat dan para pemimpin. Di sisi lain, hukum juga tidak akan tegak dan tidak bisa menjamin keadilan saat akhlak tidak tegak dalam penegakan hukum.

“Ekonomi tidak akan membawa bangsa pada kesejahteraan materil atau kesejahteraan secara ketercukupan atau ketersediaan pokok suatu bangsa kalau akhlak itu tidak ditegakkan,” kata Mu’ti.

Baca Juga: Muhammadiyah: Pembudayaan Jilbab di Sekolah Negeri Bagian dari Pendidikan

Maka itu, menurut Mu’ti, momentum HUT RI ke-77 harus dijadikan batu loncatan agar Indonesia meraih kemerdekaan di segala bidang, seperti di bidang politik, hukum, dan ekonomi.

Ketidakadilan politik masih bisa disaksikan dalam kehidupan nasional Indonesia. Begitu pun dengan keadilan hukum dan ekonomi. Tiga poin itu masih menjadi masalah serius di negeri ini.

“Persoalan yang kita hadapi bukan hanya persoalan tunamoral yang menjadi tantangan kita bersama-sama. Oleh karena itu, hal yang berkaitan dengan kedaulatan politik, ekonomi, dan hukum akan membawa kita pada kemajuan,” ujar Mu’ti.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)