Gus Miftah mengaku mengambil keputusan tersebut dengan perenungan mendalam. Ia menekankan bahwa keputusannya untuk mundur dari jabatan utusan khusus bukan dipengaruhi atau dalam tekanan siapapun.
Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah memutuskan untuk mundur dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Selain Ustaz Fakhurrazi, Sunhaji juga mendapat tawaran umrah gratis dari berbagai dermawan lain yang tersebar dari Malang, Jakarta, dan kota-kota lain. Termasuk tawaran umrah gratis dari Gus Miftah, orang yang mengolok-olok dirinya di acara pengajian.
Berikut deretan berkah yang didapat Sunhaji, si penjual es yang dihina Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman.
Gus Baha, ulama kharismatik asal Jepara, dengan santai merespons isu viral tentang Gus palsu dalam acara Ngaji Bareng UII. Melalui guyonan cerdas dan dalil yang tepat, beliau menegaskan keasliannya sebagai Gus sejati, sambil membuktikan kapasitas keilmuannya dalam bidang tafsir Al-Quran.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara soal kontroversi Gus Miftah yang menghina penjual es teh. Video viral yang sampai ke Malaysia ini mendapat perhatian khusus karena menunjukkan ironi seorang pendakwah yang memahami agama namun menghina orang miskin, hingga Presiden Prabowo turun tangan.
Kasus keseleo lidah Gus Miftah mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dalam Islam. Fenomena salah ucap atau Freudian Slips sering terjadi pada tokoh publik. Solusinya sederhana: meminta maaf, introspeksi diri, dan meningkatkan ilmu. Islam mengajarkan lebih baik diam daripada berkata yang tidak bermanfaat.
Dalam video tersebut Miftah melontarkan guyonan yang bisa dikategorikan sebagai pelecehan verbal ke Yati Pesek. Miftah memperkenalkan Yati Pesek dengan sebutan bajin*an.
Ekspresi penjual es teh, Sunhaji, saat diolok-olok oleh Miftah Maulana Habiburrahman di hadapan ribuan jamaah pengajian mendapat sorotan publik. Apa yang dilakukan Miftah Maulana dapat menimbulkan konsekuensi jangka pendek dan panjang pada Sunhaji.
Merespons peristiwa tersebut, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) KH Jeje Zaenuddin, mengatakan bahwa seorang penceramah tidak patut mengeluarkan kata kasar, buruk, bahkan memfitnah.
Viral Gus Miftah mengolok-olok Sunhaji, penjual es teh yang membawa 13 botol air dan 5 gelas es, memicu pembahasan Surat Ar-Ra'd ayat 13:5. Netizen meyakini kejadian ini adalah takdir Allah untuk mengangkat derajat Sunhaji, yang kini mendapat simpati luas dan rezeki berlimpah.
Nama KH Usman Ali ikut terseret usai viral Gus Miftah mengolok-olok Sunhaji, pedagang es teh di sebuah acara pengajian. Ia pun menjadi sasaran serangan warganet, lantaran dianggap tak punya hati
Fenomena dakwah kontemporer menunjukkan pentingnya keseimbangan antara konten menarik dan etika Islam. Kasus penggunaan kata kasar oleh pendakwah menjadi pengingat bahwa kesuksesan dakwah terletak pada kelembutan dan hikmah, bukan sensasi. Teladan Rasulullah SAW mengajarkan bahwa dakwah efektif adalah yang menyentuh hati melalui akhlak mulia, bukan sekadar mencari popularitas di media sosial.