Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus pakar Fikih Kontemporer, KH Ahmad Zahro, menjelaslan, salah satu ciri akhir zaman adalah ulama sedikit tapi jumlah mubaligh banyak
Kiai atau ulama berkontribusi besar dalam membangun bangsa dan membantu negara menjadikan Indonesia sebagai rumah yang aman, jauh dari perpecahan di antara sesama.
Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Polri dalam menyelesaikan masalah Pesantren Al Zaytun
Puluhan kiai berkumpul di Kota Bandung untuk membahas polemik Ponpes atau Mahad Al-Zaytun. Pertemuan berlangsung di Gedung Sate dipimpin Wakil Gubernur Jabar
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Diah Pitaloka, menilai para ulama memiliki peran sentral dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat. Dia menyampaikan hal tersebut menyusul insiden penembakan
Masalah-masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) merupakan ruang lingkup ijtihad. Perbedaan pendapat itu biasa terjadi pada masalah cabang syariat (masalah furuiyah).
Para ulama memiliki cara tersendiri ketika menghadapi orang jahat atau usil. Mereka tak pernah menganjurkan apa lagi membalas kejahatan itu dengan kejahatan.
sangat mudah menemukan orang-orang yang mengaku sebagai ulama. Akan tetapi, sangat susah mendapatkan ulama-ulama yang digambarkan dalam Al-Quran. Setidaknya ada tiga ciri ulama dalam Al-Quran.
Ulama terkemuka di dunia Islam lebih banyak dikenal berasal dari Timur Tengah atau jazirah Arab. Namun sebenarnya, banyak pula ulama hari ini yang merupakan asli orang Barat. Berikut 7 di antaranya.
Maroko juga dikenal sebagai Negeri Maghribi (Al-Mamlakah Al-Maghribiyah) yang artinya kerajaan dari Barat. Maroko adalah negara yang menghasilkan banyak ulama tasawuf dan fiqih.
Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha, mengatakan, mencintai ulama atau kiai bukan diekspresikan dengan sering sowan. Cinta itu bisa dibuktikan dengan banyak mengaji atau mengikuti majelis ilmu kiai tersebut.