Khazanah ilmu pengetahuan Islam di dunia pesantren sangat kaya. Literasi kebudayaan salaf ini mampu menunjukkan kiprah para ulama sebagai ahli waris para nabi.
Selain mendapat pelajaran formal, pesantren memungkinkan anak-anak belajar agama lebih dalam. Beberapa artis pun memutuskan mengirim buah hatinya menuntut ilmu agama di pondok pesantren.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora), Zainuddin Amali, menilai santri di pondok pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi atlet berprestasi masa depan.
Yenny mengatakan, banyak orang terus memacu dan mengeksplorasi tantangan. Perkembangan teknologi begitu pesat menuntut setiap orang menguasai dunia digital.
Rusun di Pesantren Miftahul Huda dilengkapi dengan fasilitas meubelair lengkap, sehingga santri diharapkan bisa fokus dan lebih bersemangat dalam belajar.
Lembaga-lembaga keagamaan tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama, tetapi juga mengajarkan terkait dengan ilmu-ilmu di mana dia bisa bertahan (secara ekonomi).
Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) melakukan penandatangan MoU dengan PBNU untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi umat di kalangan santri.
Dr. Hibana Yusuf, menjelaskan, sekolah umum maupun pesantren memberi banyak nilai positif yang berguna bagi anak. Tapi, pesantren memiliki poin plus dalam memberikan pendidikan akhlak.
Ustadz Abdul Qohir, pencipta nasyid menjelaskan, nasyid itu juga mengingatkan masyarakat, pesantren tidak menghambat perkembangan ilmu, sosial, dan mental, serta menghambat kebahagiaan masa muda.
Ulama NU yang dikenal sebagai pendekar Aswaja, KH Muhammad Idrus Ramli, mengingatkan orang tua untuk memberikan pendidikan berbasiskan Islam pada anak-anaknya.