Program Kemandirian Pesantren menandai era baru ekonomi syariah di Indonesia. Dengan memberdayakan ribuan pesantren, inisiatif ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan agama, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektoral dan fokus pada digitalisasi menunjukkan komitmen pemerintah dalam memposisikan pesantren sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama (Kemenag) mendeklarasikan Pesantren Ramah Anak.
Peringatan Maulid Nabi di Cikarang Barat menjadi momen penuh makna. KH Muhammad Mustofa Aqiel Siroj mengajak umat mencintai Nabi Muhammad lebih dalam. Beliau menekankan keistimewaan Nabi sebagai makhluk termulia, mengisahkan kecintaan para sahabat, dan menjelaskan pentingnya mengikuti sunah Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Acara dihadiri jamaah dari berbagai wilayah.
Dana Abadi Pesantren (DAP) menjadi angin segar bagi dunia pesantren Indonesia. Kemenag hampir rampungkan peta jalan DAP senilai Rp250 miliar untuk 2024. Program ini fokus pada beasiswa S1 dan pelatihan luar negeri, bertujuan tingkatkan kualitas santri dan pesantren. Transparansi pengelolaan dan perluasan kerja sama dengan BWI jadi prioritas demi kemajuan pendidikan Islam.
Muhammadiyah gelar workshop di UMP untuk kembangkan panduan pesantren agrobisnis dan entrepreneur. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekonomi dan pendidikan pesantren. Pimpinan Muhammadiyah dan UMP berharap program ini dorong kemandirian pesantren. Acara dihadiri perwakilan pesantren dan sekolah Muhammadiyah, dengan narasumber dari FEB UMP. Langkah ini diyakini jadi tonggak penting memajukan Islam berkemajuan.
Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam program penyediaan
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mendukung lingkungan yang bersih dan sehat di lingkungan pesantren melalui kolaborasi strategis dengan PT Pelindo
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut pesantren sebagai institusi pendidikan yang kaya akan beragam khazanah keilmuan.
Pesantren Mahasiswa An-Nur Jemurwonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur, membangun perpustakaan pesantren yang diberi nama Perpustakaan Khofifah Indar Parawansa
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus berupaya memfasilitasi santri pondok pesantren (ponpes) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.