Masjid ini didirikan oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) pada tahun 1992. Karena perumahan GKBI berdekatan dengan lokasi berdirinya masjid. Seiring berjalannya waktu, perumahan GKBI dipindahkan hanya bergeser sedikit namun di kawasan yang sama.
Melangkah masuk ke ruang ibadah sangat terasa sejuk, sebab sejumlah air conditoner (AC) yang menghiasi dinding ruang salat selalu dalam mode aktif. Imbauan mematikan ponsel di dalam ruang salat sangat dipatuhi jamaah.
Mulanya, masjid dengan bangunan sebesar 10x10 meter ini hanya memiliki satu lantai saja. Namun pada tahun 1984 dilakukan renovasi dengan menambahkan satu lantai sehingga kini masjid memiliki dua lantai.
Meski berada di kawasan destinasi wisata, masjid ini sempat mengalami renovasi serta perluasan pada tahun 2012. Sarana ibadah umat muslim yang satu ini selalu dipenuhi jamaah, bahkan sampai melebihi kapasitas hingga akhirnya dilakukan perluasan sekaligus renovasi.
Gaya arsitektur memadukan antara budaya Islam Timur Tengah dan Majapahit. Simbol kebudayaan Majapahit terletak pada empat tiang penyangga bangunan pada masing-masing soko gurudari kayu jati dengan ukiran cerita pewayangan.
Setelah tahap penelitian selesai, lanjut Kiai Subki, Masjid JIC akan beranjak pada tahap pembangunan. Namun untuk tahap penelitian sendiri belum dapat dipastikan penyelesaiannya.
Sekretaris DKM Masjid Cut Nyak Dien, Ustaz Jauhari mengatakan, siapapun dipersilakan untuk menyumbang pakaian mereka yang akan disalurkan kepada mereka yang tengah terkena musibah dan membutuhkan bantuan.
Penamaan Cut Nyak DIen, kata Ustaz Jauhari, dipilih berdasarkan nama pahlawan. Namun tidak memiliki ikatan ataupun kaitannya secara langsung dengan pahlawan nasional tersebut.
Banyak orang juga berdatangan untuk sslat dan istirahat sejenak sembari melepaskan letih dan penat. Bahkan Masjid An Nurumi menjadi tempat wisata religi dengan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Masjid 99 Kubah Makassar merupakan 30 masjid terunik di dunia. Tak hanya itu, masjid terbesar di Sulawesi Selatan ini juga masuk daftar 10 masjid terunik di Indonesia. Pembangunan masjid menggelontorkan dana sebesar Rp45 miliar.
Masjid yang berada di kawasan komplek Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Setiabudi, Jakarta Selatan ini terdiri dari dua lantai dan satu basement.