Cendekiawan Muslim, Nurcholis Madjid telah mengudar tentang masjid sebagai basis kehidupan sosial masyarakat muslim. Supaya kegiatan melakukan shalat itu benar-benar merupakan penegakan shalat (iqm al-shalh,) dan tidak semata-mata formalitas lahiriah.
Pembangunan Masjid Baabul Khairat merupakan aspirasi masyarakat dan jamaah untuk meningkatkan Mushala Baabul Khairat. Pembangunannya juga merupakan bagian dari relokasi Masjid Darul Ihsan yang termasuk dalam lokasi waduk.
Selain Istiqlal, Bung Karno juga sempat membangun dan merenovasi sejumlah masjid di tanah air. Inisiatif Soekarno dalam pembangunan masjid sudah sejak lama, sebelum ia membacakan proklamasi kemerdekaan RI dan menjabat sebagai presiden.
Ustadz Anshoruddin menegaskan, tidak semua yang mirip dengan gaya nonmuslim disebut tasyabuh. Menurut dia, yang dimakusd tasyabuh dalam membangun masjid adalah arsitektur dan bangunannya sangat mirip dengan tempat ibadah agama lain.
Syarat yang harus dipenuhi pihak masjid sebelum menyerahkan proposal bantuan, salah satunya masjid tersebut harus memiliki ID Sistem Informasi Masjid (Simas) dan terdata di Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (Elipski).
Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar) merupakan salah satu masjid yang didesain tahan terhadap gempa. Konstruksi ini menyesuaikan dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar.
Peran masjid sebagai komponen penting dalam manajemen bencana seyogianya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Dengan demikian, masjid dapat menjadi tempat yang aman sekaligus nyaman bagi para penyintas bencana alam.
Masjid dan mushalla yang terdaftar di Simas Kemenag akan mendapat ID Nasional Masjid yang secara otomatis terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah. Data pada Simas juga sudah dilengkapi dengan Geographic Information System (GIS).
Selain sebagai tempat beribadah, masjid biasanya juga dijadikan sarana untuk istirahat melepas penat sejenak dari kesibukan kerja, terutama bagi para pekerja dan karyawan di Jakarta.
Pada saat Haji Husein diangkat menjadi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) baru, ia membenahi semua hal terkait masjid, mulai dari pembangunan, keuangan, manajeman, dan lain sebagainya.
Alih fungsi dari ruko menjadi masjid dimulai pada tahun 2014 hingga tahun 2015. Berawal dari keinginan masyarakat untuk shalat terawih, namun tidak ada masjid yang ada hanyalah ruko.
Selain interior atau eksterior menarik, masjid-masjid tersebut memiliki fasilitas yang lengkap sebagai tempat yang nyaman untuk beristirahat melepas rasa lelah dari perjalanan wisata.