Shalawat Badar ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh pemerintah. Shalawat Badar dikarang oleh KH Ali Manshur Shiddiq pada 1962 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Bersalawat merupakan ibadah sunah bagi umat Muslim. Namun bagi siapa pun yang melaksanakannya akan mendapatkan berbagai manfaat, baik di dunia maupun akhirat.
Kehadiran para suporter merupakan unsur penting dalam pertandingan sepakbola. Mereka menjadi pemain ke-12 yang turut berkontribusi pada kemenangan tim.
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi SAW di malam Jumat, selain membaca surah Al Kahfi. Hal ini merupakan sunnah Rasulullah.
Umat Islam diimbau membaca surah Al Kahfi dan memperbanyak shalawat di hari Jumat. Keduanya memiliki keutamaan masing-masing, sehingga sayang bila dilewatkan.
Shalawat merupakan amalan mulia dan bukti cinta seorang muslim kepada Nabi Muhammad SAW. Bentuk cinta dan harapan mendapat syafaat ini tak boleh bergeser.
Shalawat merupakan lafazh jama dari kata shalat yang berarti doa, rahmat, berkah, dan inayah. Hal itu ditegaskan oleh Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 56.
Habib Fahmi bin Hamid Assegaf mengungkapkan, ayat tentang perintah shalawat kepada Rasulullah SAW turun pada bulan Sya'ban, bahkan Allah bershalawat pada Nabi.
Shalawat Mansub ini merupakan karomah Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid yang lahir di Hadramaut, Yaman pada 1895 M. Ia melakukan perjalanan ke Indonesia pada 1921 M dan menetap di Jember, Jawa Timur.
Guru Besar bidang Ilmu Fiqih di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, mengungkapkan bahwa shalawat asyghil berasal dari Jafar ash-Shadiq (wafat 138 H) yang hidup di masa penuh intrik politik hingga keturunan Nabi terdzalimi.
Bacaan shalawat sesuai tuntunan Rasulullah kerap dilafalkan saat shalat, khususnya ketika tahiyat awal atau akhir. Shalawat ini ternyata sangat mudah diingat.