Kota Jayapura, Papua diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 pada Senin (2/1/2023). Gempa tersebut menjadi gempa merusak pertama di tahun 2023. Akibatnya sejumlah fasilitas umum dan rumah warga mengalami kerusakan.
Wilayah Jabodetabek berpotensi hujan disertai kilat di akhir tahun, Sabtu (31/12/2022). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan akan turun hujan disertai kilat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan ada 10.792 aktivitas gempa di Indonesia sepanjang tahun 2022. Dari total aktivitas gempa, 22 di antaranya memiliki dampak merusak.
Dampak yang dapat terjadi berupa volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis, sehingga mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang. Selain itu, hujan lebat mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah.
Suryadi menilai pemerintah perlu memberlakukan satu pintu bagi diseminasi informasi yang terukur tentang cuaca ekstrem, yaitu melalui BMKG sesuai UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
BMKG merilis 14 wilayah di Indonesia yang berpotensi siaga cuaca ekstrem. BMKG pun meminta masyarakat mewaspadai risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di akhir tahun 2022.
BMKG menyatakan istilah 'badai' ini terkait dengan Siklan Tropis dengan pusaran yang kencang dan disertai hujan lebat. Badai itu berpotensi menjauh dari Jabodetabek dan bergeser ke wilayah Utara Papua.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pelaku pelayaran di Perairan Selat Sunda lintasan Merak-Bakauheni agar waspada cuaca buruk.