Suryadi menilai pemerintah perlu memberlakukan satu pintu bagi diseminasi informasi yang terukur tentang cuaca ekstrem, yaitu melalui BMKG sesuai UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
BMKG merilis 14 wilayah di Indonesia yang berpotensi siaga cuaca ekstrem. BMKG pun meminta masyarakat mewaspadai risiko terjadinya bencana hidrometeorologi di akhir tahun 2022.
BMKG menyatakan istilah 'badai' ini terkait dengan Siklan Tropis dengan pusaran yang kencang dan disertai hujan lebat. Badai itu berpotensi menjauh dari Jabodetabek dan bergeser ke wilayah Utara Papua.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau pelaku pelayaran di Perairan Selat Sunda lintasan Merak-Bakauheni agar waspada cuaca buruk.
BMKG memprediksi DKI Jakarta masih akan diguyur hujan ringan hingga sedang pada Senin, 26 Desember 2022. Kondisi cuaca tersebut merata di 5 wilayah Ibu Kota.
Pada siang hari, seluruh wilayah Povinsi DKI Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Adapun pada malam hari hanya Jakarta Selatan yang diprediksi mengalami hujan ringan, sementara wilayah lainnya mengalami cuaca berawan.
Menhub Budi Karya menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, Kementrian PUPR dan kepolisian terkait cuaca ekstrem ini. Dia tidak ingin seperti tahun sebelumnya terjadi banjir di ruas jalan tol akibat cuaca buruk.
BMKG menyampaikan potensi cuaca ekstrem saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kondisi ini harus diwaspadai masyarakat yang bepergian atau mudik saat akhir tahun.
Gempa ini berpusat di laut 23 kilometer Timur Laut Karangasem dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa terasa di sejumlah wilayah Karangasem dengan intensitas skala III MMI sampai IV atau getaran nyata dirasakan dalam rumah.