Puasa Zulhijah merupakan amalan sunnah yang dilakukan menjelang hari raya Idul Adha. Amalan tersebut sangat dicintai Allah SWT. Amalan sunnah ini dilakukan pada awal bulan Zulhijah tanggal 9 sehari sebelum hari Idul Adha pada 10 Zulhijah.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, bulan Zulhijah mengingatkan kembali dengan kesatuan dan persatuan umat Islam dengan saling berbagi daging qurban.
Masing-masing jenis hewan kurban memiliki batasan usia yang berbeda. Kambing harus berusia minimal satu tahun, kerbau dan sapi usia dua tahun, dan batasan unta minimal lima tahun.
Pada hari tersebut ada dua ibadah agung yang disatukan, ibadah agung yang sifatnya vertikal (shalat), dan ibadah agung yang sangat kuat nilai horizontal/kemanusiaan (berkurban).
Baru-baru ini, ada seorang jemaah yang bertanya kepada UAS perihal perbedaan waktu Idul Adha 1443 H di Arab Saudi dan Indonesia. Sontak, UAS menjawab dengan gaya khasnya.
Perbedaan waktu Idul Adha menjadi tanda tanya bagi sebagian masyarakat di Indonesia, apakah ikut pemerintah atau Arab Saudi tempat dilaksanakannya Ibadah Haji?
Ada banyak hadits yang menyebut hewan kurban seorang muslim akan menjadi kendaraannya kelak di akhirat kelak. Bagaimanakah status hadits-hadits tersebut?
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, meminta masyarakat muslim Indonesia tidak terpecah-belah hanya karena perbedaan penetapan Hari Raya Idul Adha 1443 H.
Untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak, MUI melakukan pembahasan intensif untuk menyusun pedoman keagamaan dalam ibadah kurban 1443 H.
Pemerintah telah menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Dzulhijjah 1443 H. Hasilnya, Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1443 H ditetapkan jatuh pada 10 Juli 2022.
Anggota Tim Unifikasi Hijriyah Kemenag RI Prof. H Thomas Djamaluddin, mengimbau masyarakat muslim di Indonesia bersiap menghadapi perbedaan penetapan hari Idul Adha 1443 H antara yang akan ditetapkan pemerintah dengan yang telah ditetapkan Muhammadiyah.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda mengatakan, Kementan telah melakukan sejumlah penanganan PMK, baik itu posko, lalu lintas, distribusi obat, penyediaan vaksin hingga SDM.
Jelang Hari Raya Idul Adha, Kementerian Pertanian memastikan, ketersediaan hewan kurban sehat di Indonesia tercukupi di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK).