Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, menanggapi kasus ratusan pelajar di Ponorogo, Jawa Timur mengajukan dispensasi untuk menikah ke Pengadilan Agama setempat karena masih di bawah umur. Mayoritas pengajuan karena tersandung masalah hamil di luar nikah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis termasuk salah satu tokoh agama yanh menganggap tindakan sawer para qori merupakan perbuatan salah.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis menegaskan sikap Indonesia dalam membantu pengungsi Rohingya atas nama kemanusiaan, bukan agama.
Dia menegaskan bahwa bom bunuh diri hukumnya haram. Karena merupakan salah satu bentuk tindakan yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain yang tidak bersalah.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah menolak rencana kedatangan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Memajukan HAM LGBTQ, Jessica Stern, ke Indonesia.
Kapolresta dan Anggota Polresta Malang memohon ampun dan maaf kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan dengan bersujud bersama-sama pada apel rutin, Senin (10/10/2022). Ketua MUI KH Cholil Nafis mengingatkan hukum bersujud kepada selain Allah SWT.
Hal ini ia ungkapkan lewat cuitan akun twitter miliknya @cholilnafis. Pada unggahan tersebut ia juga memaparkan foto dirinya yang disumpah di atas Al-Qur'an.
Kiai Cholil juga mengimbau orang tua tetap percaya pesantren sebagai lemabaga pendidikan terbaik bagi anak. Menurutnya, kasus dugaan penganiyaan di pesantren terjadi di luar kehendak manusia dan kontrol pesantren terhadap ribuan santri.
Salah satu pemilik saham Holywings, Hotman Paris mendatangi Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat KH Cholil Nafis, Ahad (26/6/2022). Kedatangan Hotman terkait konten SARA pada promosi minuman alkohol gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria di Holywings.
Ketua MUI KH Cholil Nafis termasuk yang mengagumi pribadi Buya Syafii Maarif. Buya Syafii adalah teladan bagi generasi muda dalam membangun intelektualitas berpikir dan merawat kemajemukan.
Kiai Cholil menjelaskan, sekalipun orientasi seks sesama jenis tumbuh sejak kecil, tapi penyimpangan seks bukanlah kodrat manusia. Normalnya, laki-laki berpasangan dengan perempuan dan sebaliknya.