Ketika gerakan feminisme masuk ke dalam Islam, mempunyai dampak cukup signifikan dan cenderung destruktif. Melalui feminis, mereka mencoba mengotak-atik kemantapan syariah dalam Islam.
Tak hanya berhubungan dengan urusan dunia, etos kerja juga dianjurkan dalam Islam. Sebab, semangat bekerja merupakan nilai ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.
Menurut Ibnu Katsir, ini adalah nikmat Allah yang terbesar untuk umat ini, yaitu dengan menyempurnakan agama mereka, maka tidaklah mereka memerlukan agama selain agama Allah, dan tidak kepada Nabi selain Nabi mereka.
Setiap orang tentu pernah memiliki ambisi untuk memenangkan sesuatu di dunia. Namun apa yang dimenangkan di dunia hanya bersifat sementara dan tidak kekal.
Ada cara mengenalkan Islam kepada tunarungu non muslim. Mereka bisa mempelajari agama yang dibawa Nabi SAW ini lewat keindahan dan kesantunan umat muslim.
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mengingatkan kembali penerapan Islam Wasathiyah. Konsep ini cocok dengan Indonesia yang memiliki masyarakat heterogen.
Orangtua bisa mengajarkan anak mengenal Allah SWT lewat keseharian mereka. Pola tauhid ini bisa diterapkan sejak dini saat anak-anak masuk usia balita.
Ilmu kalam merupakan disiplin filsafat mencari prinsip-prinsip teologi Islam melalui dialektika. Dalam mempelajarinya perlu melibatkan nalar dan logika.
Setiap orang berhak memiliki privasi dan rahasianya masing-masing. Setiap orang juga harus menghormati batas-batas privasi orang lain. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW melarang umatnya dalam memata-matai orang lain demi mencari kesalahan.
Ada ancaman bagi pedagang yang suka mencurangi pembeli. Salah satu hal lumrah yang kerap terjadi saat transaksi jual beli yakni memainkan kadar timbangan.
Banyak aturan di Islam karena agama ini memberikan panduan dan tuntunan kepada umatnya. Namun hal tersebut bukan menyulitkan, sebaliknya mempermudah urusan.
Adapun di dunia ada berbagai macam hukuman yang akan dirasakan oleh seorang pendosa. Salah satunya adalah dengan olokan atau cibiran yang terlontar dari mulut seseorang kepada si pendosa tersebut.