Berdakwah bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya lewat sepak bola. Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dinilai juga akan membawa dampak positif bagi penyebaran ajaran Islam.
Perbedaan merupakan sesuatu yang dikehendaki Allah SWT dan selalu ada dalam agama. Adapun yang perlu diperhatikan manusia adalah mengelola perbedaan tersebut agar tidak terjadi ketegangan dan konflik
Salah satu tempat yang mendapat atensi lebih dari penggemar Piala Dunia Qatar adalah Masjid Desa Budaya Katara yang berlokasi di Doha. Masjid ini menjadi tempat para peminat sepak bola untuk mengenal Islam.
Pendakwah dan Guru SDIT Mutiara Insani, Ustazah Siti Sumarni mengatakan sifat tersebut harus diwaspadai agar tidak melemahkan seorang wanita. Salah satu kunci mewaspadainya adalah dengan meningkatkan ibadah.
Indonesia menjadi bukti kuat bahwa Islam selaras dengan demokrasi. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini dinilai kompatibel dengan sistem tersebut.
Bertamu merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan oleh siapapun termasuk umat muslim. Dalam Islam bertamu ini tidak bisa lakukan secara sembarangan, ada aturan atau adab-adab penting untuk dipatuhi.
Banyak hewan peliharaan diperjualbelikan, salah satunya yakni anjing. Di era sekarang kian banyak para penjual hewan tersebut bahkan di jual secara online yang dapat kita temukan di berbagai platform.
Winni dan Andro mengaku memiliki masalah yang berat dalam hidupnya sehingga sempat memutuskan untuk bunuh diri saat tinggal di Bali. Mereka gelap mata seakan tak sanggup menghadapi cobaan hidup yang berat.
Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Al-Tayeb menyerukan terjalinnya persatuan Sunni dengan Syiah. Ketua Majelis Hukama Muslimin itu menyerukan ulama-ulama muslim dari berbagai madzhab di dunia duduk bersama membangun dialog.
Orang yang bekerja untuk mencari harta harus tetap memperhatikan ketakwaan kepada Allah SWT, bagi pegawai ketika waktunya salat maka salat lah dan ketika waktunya kerja maka bekerjalah.
Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, Habib Nabiel Al-Musawa menjelaskan, Islam wasathiyah menjadikan seorang dai menempatkan sebuah perkara secara proporsional.
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir pada ayat di atas, Sekretaris Dewan Hisbah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Zae Nandang mengatakan, ayat tersebut merupakan adab bagaimana seharusnya seorang muslim bertamu ke rumah orang lain.