LANGIT7.ID, Jakarta -
Ajaran Islam memiliki etika tersendiri yang bisa menjadi pegangan manusia dalam mencari harta.
Wakil Ketua 1 BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta, Mujahid mengatakan, terdapat lima etika dalam mencari harta.
Pertama, harus bertakwa kepada Allah. Orang yang bekerja untuk mencari harta harus tetap memperhatikan ketakwaan kepada Allah SWT, bagi pegawai ketika waktunya salat maka salat lah, dan ketika waktunya kerja maka bekerjalah.
Selain itu, juga harus jujur dalam bekerja serta memegang amanah sesuai dengan jabatan yang diemban.
Baca juga: 3 Hal yang Mesti Diperhatikan dalam Perawatan Rambut"Bagi para pedagang di pasar harus ingat, orang yang bertakwa itu harus jujur, jangan menipu orang terus kalau ada barang dagangannya yang cacat jangan ditutup-tutupi. Kemudian, pakaiannya juga harus sopan, tutur katanya juga harusnya lemah lembut dan juga dengan wajah yang menyenangkan," ujar Mujahid dalam kajian bertajuk Etika Mencari dan Membelanjakan Harta, Jumat (4/11/2022).
Kedua, hendaknya mencari harta yang halal. Mendapatkan harta yang halal merupakan hal yang sangat penting sebab itu akan diberikan kepada istri dan anak sebagai nafkah.
"Kalau tidak halal maka itu nanti akan berdampak kepada pertumbuhan mereka, baik secara fisik, mental dan spiritual. Ingat, sedikit asal halal lebih baik daripada yang banyak tetapi tidak halal," katanya.
Dalam Alquran surat al-baqarah ayat 168 Allah berfirman,
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌArtinya,
"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu."Ketiga, bersabar dalam berikhtiar. Mujahid mengatakan banyak orang yang semangat ketika membuka usaha pertama kali, namun terkadang dalam perjalanannya tidak sesuai dengan harapan, ada yang melalui hambatan persaingan sangat ketat.
Baca juga: Lima Manfaat Gaya Hidup Minimalis, Salah Satunya Lebih Bahagia"Orang yang berusaha untuk mencari harta tidak selamanya mulus maka itu ketika usahanya tidak berjalan dengan lancar, kita harus bersabar kepada Allah dan kita yakin bahwasanya rezeki kita akan tetap diberikan kepada Allah, hanya saja belum waktunya," ucapnya.
Keempat, tidak berlebihan dalam mencari harta.
Berikhtiar mencari harta boleh dilakukan namun hanya sekedarnya saja, artinya sesuai dengan ukuran normal, tidak usah berlebihan.
"Misalnya ada seorang pedagang selama 24 jam itu waktunya hampir habis digunakan untuk mengurusi dagangnya sampai kemudian badannya tidak diberikan kesempatan untuk istirahat. Kalau semua waktu dihabiskan untuk mengurusi barang dagangan kita, sehingga ibadah pun dilupakan, itu namanya berlebihan," tutur Mujahid.
Kelima, memandang bahwa rezeki adalah anugerah Allah SWT. Menurut dia, Anda harus menghindari perasaan yang tidak melibatkan Allah ketika mencapai kesuksesan.
"Jangan sampai kita tuh punya perasaan ketika kita berusaha lalu berhasil, itu adalah hasil jerih payah kita. Itu keliru, ingat ketika kita berhasil dalam mengumpulkan harta benda maka kita harus mengakui itu adalah karena anugerah pemberian Allah. Dan harta itu merupakan titipan, dan titipan itu tidak lama suatu saat Allah akan mengambilnya," pungkasnya.
(sof)