Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengonfirmasikan ada 162 korban yang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).
Sebanyak 47 tenda pengungsi disiapkan guna mendukung kebutuhan darurat warga terdampak. Sejumlah bantuan logsitik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai Rp 500 juta turut disiapkan.
Gempa dengan kekuatan M5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat menimbulkan korban jiwa. Data terakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin (21/11) pukul 19.34 WIB mencatat 62 orang meninggal dunia.
Gempa yang mengguncang wilayah Cianjur menelan banyak korban. Menurut laporan terbaru Polres Cianjur, sebanyak 44 orang dinyatakan meninggal dunia dalam bencana alam ini.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,86 derajat Lintang Sekatan dan 107,01 derajat Barat Timur
Gempa bumi dapat terjadi kapan pun dan di mana pun tanpa mengenal waktu dan tempat, bahkan tak dapat diprediksi. Oleh karena itu, perlu adanya pembekalan mengenai cara menyelamatkan diri saat gempa supaya menghindari cedera dan bahaya lainnya.
Rara, salah satu warga Kampung Cipetir mengatakan, gempa terasa kuat dan berlangsung cukup lama. Gempa turut merobohkan sejumlah bangunan, seperti rumah warga dan tembok pembatas.
Para pekerja di kawasan tersebut panik berhamburan keluar gedung. Gempa terasa saat pukul 13.20 WIB. Hingga saat ini mereka masih menunggu di luar gedung masing-masing kantor.
Gempa 5,6 magnitudo di Cianjur Jawa Barat, dirasakan warga Jakarta pada Senin (21/11/2022). Hal tersebut membuat sebagian warga panik dan melakukan penyelamatan diri dengan berbagai cara.
Disbudpar Kabupaten Cianjur mewacanakan penerapan e-tiket untuk masuk ke sejumlah destinasi wisata pada Juli 2022 lalu. Pengelola Wisata Situs Gunung Padang, Endang Nasihin mengatakan hingga saat ini belum menerapkan e-tiket.
Ketua perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Cianjur, Nano Indrapraja menyampaikan selama libur panjang dan Idul Adha 1443H tingkat hunian hotel mengalami peningkatan hingga 65 persen.
Setelah sempat ditutup selama satu bulan terakhir, Balai Besar Taman Nasionl Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat kembali membuka jalur pendakian dengan pembatasan.