LANGIT7.ID, Cianjur - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur mewacanakan penerapan e-tiket untuk masuk ke sejumlah destinasi wisata pada Juli 2022 lalu, salah satunya objek wisata Situs Gunung Padang yang berada di kawasan Karyamukti, Campaka, Cianjur.
Menanggapi hal tersebut, Pengelola Wisata Situs Gunung Padang, Endang Nasihin mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerapkan e-tiket untuk masuk ke Wisata Situs Gunung Padang.
"Belum, saat ini kita masih menggunakan tiket biasa (
offline) dan memang belum ada musyawarah sampai ke tahap tersebut (e-tiket)," kata Endang saat dihubungi Langit7.id, Sabtu (13/8/2022).
Baca Juga: 6 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Cianjur
Kendati demikian, menurut Endang hal tersebut tidak mempengaruhi jumlah wisatawan yang berkunjung ke Situs Gunung Padang. Objek wisata ini kerap kali ramai, terlebih saat akhir pekan.
"Insya Allah ke depan akan ada musyawarah mengenai penerapan e-tiket ini dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur," ujar Endang.
Wisata Situs Gunung Padang sendiri dibuka setiap hari mulai 08.00 sampai 16.30 WIB. untuk tiket masuk wisatawan diharuskan mengeluarkan biaya sebesar Rp10 ribu untuk bisa menikmati keindahan Situs Gunung Padang.
"Jadi semua usia mulai dari anak-anak hingga dewasa tiketnya sama, yaitu Rp10 ribu per orang," jelas Endang.
Endang menyebut, meski tempat wisata ini kerap ramai dikunjungi wisatawan, akan tetapi tidak seramai sebelum pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, sehingga tempat wisata ini menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.
Baca Juga: Paspor Baru Indonesia Ditolak di Jerman, WNI Tak Bisa Ajukan VisaWisata Situs Gunung Padang kini tengah mengikuti Ajang Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dan berhasil masuk 50 besar desa wisata terbaik.
"Dan saat ini kami sedang mempersiapkan untuk bisa lolos ke 10 besar," terang Endang.
Saat ini, pihak pengelola tengah mempersiapkan visitasi dan penilaian yang akan dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.
"Di sini kan ada tujuh kategori yang diajukan mulai dari konsep, kerajinan, sosial, kebudayaan, seni dan lainnya. Semoga Desa Wisata Situs Gunung Padang bisa lolos ke dalam 10 besar desa wisata terbaik," pungkas Endang.
Diketahui, Situs Gunung Padang mulai ditemukan masyarakat sekitar pada tahun 1979, dan di tahun 1981 dilaporkan kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Cianjur hingga dibuka untuk wisatawan umum pada tahun 2010.
(jqf)