Puan mengimbau masyarakat tidak panik dengan adanya temuan Omicron. Ia meminta pemerintah, khususnya Satgas Penanganan Covid-19 untuk menggencarkan tracing agar penyebaran virus tidak semakin meluas.
Keputusan ini diambil berdasarkan rapat koordinasi dengan Menko Marinvest, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid-19, yang dilanjutkan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait hari ini.
Sigit meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) guna mencegah penyebaran varian Omicron. Seiring dengan akselerasi vaksinasi agar terwujudnya kekebalan komunal.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis keberadaan Covid-19 varian Omicron telah masuk Indonesia. Dalam data yang dirilis Kementerian Kesehatan, 1 orang warga di Jakarta terpapar Covid-19 varian Omicron.
Rincian kebijakan tersebut seperti pembatasan sementara pelaku perjalanan internasional yang berasal dari negara atau wilayah yang sudah memiliki transmisi komunitas kasus Omicron.
Secara nasional belum ditemukan kasus varian Omicron di Indonesia. Namun dengan karakteristiknya, sangat memungkinkan varian Omicorn memunculkan gelombang Covid-19 di berbagai negara.
Jumlah kasus baru meningkat sejak pihak berwenang melonggarkan aturan pembatasan pada November sebagai bagian dari kebijakan hidup berdampingan dengan Covid-19.
Kejadian ini terjadi saat negara itu sedang gencar meluncurkan program suntikan booster Covid-19 yang untuk menghentikan virus yang berkembang di luar kendali.
Sejak penemuannya di akhir November, Omicron telah mengguncang pasar, menutup perbatasan negara dan mengirim para ilmuwan untuk mencari tahu perbedaannya dari varian virus Corona lain.
Bukti lain dari Inggris dan Norwegia menunjukkan bahwa vaksin dapat menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap penyakit parah dari varian tersebut.
Supaya dapat menjaga tubuh dengan lebih optimal, maka diharapkan semua masyarakat dapat mengimbanginya dengan protokol kesehatan seperti menjalankan vaksinasi yang dapat meningkatkan imun dalam tubuh.
Airlangga menjelaskan bahwa hingga 3 Desember 2021 realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah mencapai 68,6 persen dari total pagu yang dianggarkan.