Nabi Musa as adalah sosok paling fenomenal dalam memori kolektif Yahudi. Namun, di balik keberhasilan membelah lautan, tersimpan kisah perlawanan sengit kaumnya sendiri yang menguji batas kesabaran.
Dari laku empat puluh hari Musa hingga peringatan jatuhnya Yerusalem, puasa bagi kaum Yahudi adalah sebuah ritus kesedihan dan penebusan dosa yang berkelindan dengan sejarah panjang mereka.
Di antara dentum Romawi dan Persia, jazirah Arab seolah sunyi. Gersang tanpa sungai, hanya kafilah dan oasis. Namun dari tanah tandus itulah kelak lahir revolusi yang mengguncang dunia.
Dari mihrab sunyi Baitul Maqdis, kisah Maryam binti Imran abadi dalam Al-Quran sebagai simbol iman, pengabdian, dan keberanian perempuanteladan lintas zaman yang melampaui sekat gender.
Siapa Ahl al-Kitab? Yahudi dan Nasrani saja, atau termasuk Hindu dan Buddha? Perdebatan klasik ini menyingkap tarik-menarik antara teks, tafsir, dan realitas sosial dari masa klasik hingga kini.
Kritik Al-Quran kepada Ahl al-Kitab bukan sekadar soal beda iman. Ia lahir dari tarik-menarik kepentingan politik dan ekonomi, yang dibungkus agama, sejak awal sejarah Islam.
Dari perlindungan Raja Nasrani di Ethiopia hingga kekecewaan Yahudi Madinah, perjumpaan Islam dengan Ahl al-Kitab membuka babak baru relasi iman dan politik.
Tahun 7 Hijriah, benteng Khaibar runtuh. Bani Nadhir, Bani Qainuqa, dan Bani Quraizhah lenyap dari Madinah. Dari pengusiran itu, sejarah mencatat luka yang tak sembuh. Dendam pun menyeberangi generasi.
Kisah Zaid bin Amr bin Nufail adalah bagian dari sejarah iman sebelum Islam. Seorang hanif yang menjadi mata rantai antara Ibrahim dan Muhammad, antara langit dan bumi, antara Tuhan dan manusia.
Jauh sebelum wahyu turun di Gua Hira, agama Nasrani telah menemukan jalannya ke kalbu sebagian orang Baduidengan biara, mabidz, dan air mata. Abrahah ternyata cukup berperan.
Hadis-hadis sahih menyebutkan: Dajjal akan muncul dari arah Timur, membawa 70.000 pengikut Yahudi dari kota Asbahan, wilayah yang hari ini dikenal sebagai Isfahan, di jantung negara Iran.
Perjanjian Lama merupakan kumpulan fasal-fasal yang panjangnya tidak seragam dan berisi berbagai macam tema. Fasal-fasal ini ditulis selama lebih dari 9 abad, dalam beberapa bahasa, dan berawal dari tradisi lisan.