Kehidupan bukan sekadar lalu lintas duniawi, melainkan sebuah perjalanan rohaniah, di mana setiap tarikan napas dan detik memiliki harga yang tak ternilai.
Di era kini, introspeksi, atau muhasabah, terasa semakin asing. Orang-orang dengan mudah menghitung untung-rugi di pasar saham, tapi gagal menghitung berapa banyak dusta yang mereka ucapkan hari ini.
Cerita itu berakhir tragis. Pemuda murid Junaid itu, yang berusaha keras menahan diri bertahun-tahun, akhirnya pada suatu hari tak lagi sanggup membendung emosinya.
Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab. Bagi Al-Ghazali dan para wali sesudahnya, pernyataan ini bukan retorika moral, tetapi sebuah disiplin harian.
Tegas dan keras. Tapi bukan karena dingin. Ia sedang mengajarkan bahwa cinta yang benar tidak kehilangan kendali. Karena jiwa yang benar-benar suci, adalah jiwa yang mampu menahan badai.
Bagi dunia tasawuf, tarian dan musik bukan sekadar seni hiburan. Ia adalah bahasa lain dari jiwamedium yang membangkitkan cinta, rasa syukur, ketakjuban, dan kadang, kehancuran ego.
Musik dan tarian, dalam tafsir Al-Ghazali, adalah bagian dari ikhtiar batin untuk merasakan Tuhan dengan cara yang paling manusiawi: rindu, tangis, gemetar, dan gembira.
Ia berpihak pada pembuktian spiritual bahwa jiwa manusia tetap eksis setelah tubuh terurai. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad: Kematian adalah jembatan yang menyatukan sahabat dengan sahabat.
Neraka itu, kata Imam Al-Ghazali, bukanlah liang dipenuhi ular dan bara, melainkan kekecewaan jiwa. Surga bukanlah istana berpilar mutiara, tapi kebeningan rohani.
Penyakit, dalam pandangan ini, bukan sekadar persoalan ketidakseimbangan unsur tubuh. Ia bisa menjadi surat cinta dari Tuhan, tali gaib yang menarik sang hamba kembali ke jalan-Nya.
Beberapa orang yang berpikiran sederhana telah memeriksa kuburan orang-orang kafir ini dan bertanya-tanya mengapa mereka tak bisa melihat ular-ular ini.
Setiap anggota tubuh bisa rusak dan berhenti bekerja, tapi individualitas jiwa tak terganggu. Jasad yang Anda miliki sekarang tidak lagi berupa jasad sebagaimana yang Anda miliki pada waktu kecil.