Islam datang membawa keseimbangan antara dunia rohani dan dunia nyata, antara akal dan rasa. Itu pula sebabnya, para sufi yang lurus selalu berjalan di atas timbangan Al-Quran dan Sunnah.
Cinta yang sejati juga diuji dengan ujian ketiga: apakah dzikir, ingatan pada Allah, secara alami terus segar dalam hati? Orang yang mencintai akan terus mengingat, bahkan saat yang diingat itu jauh.
Inti dari kehidupan akhirat adalah perjumpaan dengan Allah, ibarat seseorang yang akhirnya berhasil meraih sesuatu yang sejak lama ia dambakan, setelah melewati rintangan yang tak terhitung.
Di kalangan sufi, pengalaman Bayazid itu dikenal sebagai fanasirnanya keakuan di hadapan Yang Mutlak. Tetapi jalan menuju fana, bagi Bayazid, bukan sekadar shalat panjang atau puasa panjang.
Akan tetapi bagi banyak orang, pengakuan itu berhenti di bibir. Dalam hati, perasaan itu jarang benar-benar bangkit. Bahkan, banyak yang lebih bergairah mengejar dunia ketimbang rindu menatap Sang Pencipta.
Dalam lorong sunyi tasawuf, cinta kepada Allah bukan sekadar perasaan, tetapi tujuan akhir dari kemanusiaan. Ia tak kasat mata, namun membentuk seluruh wajah batin seorang mukmin.
Bahkan ketika seorang istri lalai dalam kewajiban agamanya, Nabi memberi contoh dengan tidak bicara pada para istrinya selama sebulan, sebuah cara menunjukkan ketidaksetujuan tanpa melampaui batas.
Dalam salah satu hadits, Nabi Muhammad menasihati: Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada keluargaku.
Bahaya pertama: seorang suami yang mencari nafkah dengan cara yang haram. Nabi sendiri menegaskan: tak ada amal saleh yang cukup untuk menebus dosa itu.
Setiap malam, di sepertiga terakhir waktu ketika manusia lain terlelap, Khalifah Umar bin Khattab memukul kakinya sendiri dengan ngeri. Apa yang telah kau lakukan hari ini? serunya kepada dirinya sendiri.
Syibli bertanya, Dari siapa Anda belajar tenang seperti itu? Tsauri menjawab, Dari seekor kucing yang saya lihat menunggu di lubang tikus dengan kesabaran yang bahkan lebih daripada saya.