Mengenai surga rohaniah, Allah berfirman kepada Nabi-Nya, Mata tidak melihat, tidak pula telinga mendengarnya, tak pernah pula terlintas dalam hati manusia apa-apa yang disiapkan bagi orang-orang yang takwa.
Wanita sihir ini mematut dirinya dengan pakaian indah-indah dan penuh permata, menutupi mukanya dnegan cadar, kemudian mulai merayu manusia. Sangat banyak dari mereka yang mengikutinya menuju kehancuran diri mereka sendiri.
Dunia ini adalah sebuah panggung atau pasar yang disinggahi oleh para musafir di tengah perjalannya ke tempat lain. Di sinilah mereka membekali diri dengan berbagai perbekalan untuk perjalanan itu.
Di dalam kerajaan manusia, singgasana Allah dicerminkan oleh roh, malaikat (Jibril) oleh hati, kursy oleh otak dan lauhul-mahfuzh oleh ruang-gudang pikiran.
Imam al-Ghazali mengatakan semua nafsu badani musnah pada saat kematian, bersamaan dengan kematian organ-organ yang biasa digunakan oleh nafsu-nafsu tersebut. Tetapi jiwa tidak.
Bukan hanya dengan nalar pengetahuan capaian dan intuisi saja jiwa manusia bisa menempati tingkatan paling utama di antara makhluk-makhluk lain, tetapi juga dengan nalar kekuatan.
Penanaman kualitas-kualitas setan, hewan, ataupun malaikat akan menghasilkan watak-watak yang sesuai dengan kualitas tersebut, yang di Hari Perhitungan akan diwujudkan dalam bentuk kasatmata.
Imam al-Ghazali mengatakan hati bukan sekadar daging di tubuh, tapi entitas yang menggunakan indera sebagai alat. Hati berasal dari dunia maya, bukan dunia nyata.
Imam al-Ghazali mengatakan pengetahuan tentang diri adalah kunci untuk mengenal Tuhan. Hadits menyatakan, Dia yang mengetahui dirinya sendiri, akan mengetahui Tuhan.
Imam Al-Asyari menulis Maqalat al-Islamiyyin untuk menggambarkan berbagai pandangan dalam Islam, kemudian menulis al-Ibanah sebagai sanggahan terhadap Mutazilah.
Mereka yang percaya bahwa kemajuan spiritual semata-mata tergantung pada penguasaan hal-hal pahala dan siksa, sering kali dikejutkan oleh kisah Sufi tentang Yesus ini.
Imam al Ghazali mengatakan tobat adalah suatu penyesalan yang membawa kepada tekad dan keinginan kuat untuk tidak melakukan dosa lagi. Dan penyesalan itu dihasilkan oleh ilmu atau pengetahuan.