LANGIT7.ID - , Jakarta - Mendambakan buah hati bisa membaca, memahami dan mengamalkan
Al-Qur'an adalah hal wajar yang diharapkan orang tua pada anak-anaknya. Salah satu cara agar anak mengenal Al-Qur'an adalah melalui belajar di
rumah tahfiz.
Saat ini banyak bertebaran rumah tahfiz untuk mencetak anak-anak
penghafal Al-Qur'an. Namun, orang tua sebaiknya tidak asal pilih menentukan tempat yang tepat untuk belajar Al-Qur'an bagi buah hati.
Baca juga: Apa Saja yang Dipelajari di Sebuah Rumah Tahfiz Qur'an?Pengasuh
Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom, Ustaz Abu Kahfi menyarankan mencari rumah tahfiz yang gurunya memiliki bacaan atau hafalan yang bersanad (hafalan 30 juz berijazah yang menyambung kepada Rasulullah).
"Kalau hafalan dan bacaannya bersanad, maka dia juga sudah hafiz dan punya konsep sendiri," ujar Ustaz Abu Kahfi kepada Langit7, Sabtu (10/9/2022).
Tetapi, meski memiliki konsep sendiri orang tua juga harus bekerjasama dengan program yang dibuat oleh guru tersebut.
"Harus ada kerjasama antara orang tua dengan gurunya untuk saling mendukung. Minta ke ustaz program di rumah anak apa. Ini untuk mempertahankan dan mendukung program pondok terutama bagi anak yang tidak mondok," katanya.
Baca juga: Santri Darul A'shom Dengar Kalam Ilahi dengan Hati, Hafalkan Qur'an dalam SunyiSelanjutnya, jangan segan-segan bertanya kepada rumah tahfiz apa sanad yang dimilikinya, dari mana, ke berapa dan lainnya.
"Jadi, anak kita nanti yang masuk ke rumah tahfidz, sanad punya Nabi ke berapa. Jadi sanadnya itu, sanad bacaan dari
Rasulullah SAW. Rasul kepada sahabat, sahabat kepada tabiin kemudian ke ulama sampai kepada ustaz-ustaz dan sampai kepada ustaz yang akan mengajar anak kita," terang Ustaz Abu Kahfi.
Baca juga: Rumah Tahfidz Darul A'Shom Bantu Tunarungu Baca AlquranHal tersebut perlu dilakukan agar orang tidak salah pilih memasukkan anak ke tempat belajar Quran.
"Jangan sampai kita memasukkan anak ketempat belajar Al-Qur'an, yang lulusan pengajarnya tidak bersanad atau tidak pernah belajar di pondok khusus Quran yang memang memberikan ijazah ustadznya," lanjut dia.
Kesimpulannya, dalam memilih rumah tahfiz orang tua wajib melihat siapa pengajarnya, bukan tempatnya. Sebab, sejatinya pondok bukan bangunan, melainkan amalan.
"Ketika seorang ustaz tidak punya tempat khusus, asal yang mengajarkan itu memiliki kompetensi di bidangnya hal tersebut tidak masalah," tandasnya.
Baca juga: Ustadz Abu Kahfi Bimbing Teman Tuli Mengenal Ilahi dan Hafalkan Kalam Suci(est)