LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap hal yang dilakukan oleh umat muslim tentunya memiliki adab-adab yang harus dijalankan, termasuk dalam hal
menerima tamu.Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom,
Ustaz Abu Kahfi adab yang paling utama dalam menerima tamu yaitu memposisikan tamu sebagai orang yang istimewa. Dan tamu, tambahnya memiliki hak dijamu selama tiga hari.
"Ini kebiasaan orang Madinah menyambut tamu 3 hari, kalau lebih dari itu sudah bukan tamu lagi tapi sudah jadi mukimin," ujar Ustaz Abu Kahfi kepada Langit7, Rabu (21/12/2022).
Baca juga: 11 Adab Bertamu dalam Islam, Pertama Didasari Niat BaikKemudian, saat menerima tamu jika bisa Anda harus menjamin segalanya sebab fadhilah yang dibawanya sangat istimewa. Ustaz Abu Kahfi lantas menceritakan
kisah Nabi saat bertamu ke rumah sahabatnya.
"Pernah sahabat masih enggan menerima tamu maka Nabi katakan wahai Fulan siapa yang mau menerima kunjungan saya ke rumahnya. Maka sahabat mengangkat tangan dan berkata Ya Rasulullah Istri saya belum yakin akan keberuntungan menerima tamu. Maka Nabi menawarkan untuk datang ke rumahnya dan meminta istrinya untuk melihat bagaimana ketika Nabi datang dan ketika pulang," katanya.
"Ketika Nabi datang maka ia dijamu dengan baik, setelah pulang istri sahabat itu melihat ternyata keluar dari rumahnya ikut macam-macam binatang yang biasa tidak terlihat bahkan makhluk-makhluk yang aneh," lanjut dia.
Intinya, kata Ustaz Abu Kahfi, tamu datang membawa cahaya dalam rumah Anda dan pulang membawa kotoran rumah tersebut.
Baca juga: Tafsir Surat An-Nur Ayat 27: Adab Ketika Hendak BertamuSetelahnya, istri sahabat itu bersemangat untuk menerima tamu. Begitu luar biasa fadilah menerima tamu, karenanya perlakuan mereka secara istimewa.
"Luar biasa fadilah menerima tamu maka sahabat ini sangat senang menerima tamu. Bahkan ketika kita sedang puasa sunnah, lalu kita bertamu terus tuan rumah tidak tahu dan menyuguhi kita makanan maka kita sunnah untuk berbuka," cetusnya.
(est)