Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Tips Menulis Buku Best-Seller Ala Novelis Ahmad Fuadi

Muhajirin Senin, 20 Februari 2023 - 18:00 WIB
Tips Menulis Buku Best-Seller Ala Novelis Ahmad Fuadi
Novelis, Ahmad Fuadi (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia sebenarnya tidak memiliki standar khusus untuk sebuah buku bisa dikategorikan best-seller. Standar itu berbeda-beda tergantung penerbit. Penerbit Gramedia, terjual tiga bulan pertama tiga ribu eksemplar dan cetak ulang sudah dinyatakan best-seller.

Akan tetapi, Novelis Ahmad Fuadi menegaskan, best-seller bukan tujuan utama seorang penulis. Best-seller hanya bonus dan akibat. Best-seller bisa dipersiapkan, tetapi tidak bisa dipastikan.

Menurut Fuadi ada beberapa yang menyebabkan sebuah buku bisa best-seller. Pertama, kualitas, yang terfokus pada tulisan, cerita, dan bisa juga tampilan. Kualitas sangat penting, karena itu yang bersifat abadi di tangan pembaca.

Baca Juga: Alumni Gontor: Keluarga AM Wajib Dibantu Mendapat Keadilan

Kedua, kebaruan. Kebaruan adalah tidak harus benar-benar baru. Kebaruan bisa saja sudah ada sebelumnya, tapi penulis bisa melihat dari sudut yang berbeda. Bisa juga menceritakan dengan cara berbeda. Maka, itu harus sering melihat kondisi perbukuan di Indonesia.

“Tidak ada yang baru di bawah matahari ini, hampir semua sudah dibikin orang. jadi, tidak ada yang benar-benar baru,” kata Fuadi dalam webinar yang digelar PGRI, Senin (20/2/2023).

Ketiga, follow-up. Terkadang penulis menganggap sebuah buku sudah selesai jika sudah sudah diterbitkan oleh penerbit buku. Menurut Fuadi, hal tersebut tidak cukup di era lalu lintas informasi saat ini.

Baca Juga: A Fuadi: Buya Hamka Bapak Konten Indonesia, Wajib Diteladani Kreator Konten

"Kita kadang-kadang sudah capek menulis, karena habis tenaga dan waktu. Begitu buku selesai, sudah diterbitkan, kita menganggap itu sudah selesai. Itu tidak cukup. Kita sebagai penulis perlu lebih proaktif terus mengenalkan buku kita. Istilahnya promosi,” ucap Fuadi.

Best-Seller Penting, tapi Jangan yang Penting Best-Seller

Best-seller itu penting, tapi tidak boleh dianggap menjadi hal yang terlalu penting Bisa juga sebuah karya biasa saja, tapi dapat mencapai best-seller. Hanya saja, akan lebih bagus lagi kalau sebuah karya dipersiapkan dengan kualitas yang baik.

Fuadi lalu membagikan beberapa tips dari pengalamannya menulis buku best-seller, di antaranya:

Baca Juga: A Fuadi: Satu Dua Isu Miring, Tak Hilangkan Puluhan Ribu Kebaikan Pesantren

1. Luruskan Niat: Why

Banyak penulis terkadang lupa untuk kembali ke niat awal dalam menulis. Niat yang jelas dan kuat menjadi pondasi paling penting dalam menulis. Oleh karena itu, penting untuk selalu menanyakan diri sendiri alasan menulis.

Niat yang jelas akan mempengaruhi kualitas tulisan yang dihasilkan, stamina menulis, dan konsistensi dalam menulis. Sebelum mulai menulis, penting untuk selalu mengingat kembali niat awal dan tujuan dari menulis, sehingga tulisan yang dihasilkan dapat bermakna dan memiliki dampak yang positif.

“Niat ini nanti akan memengaruhi. Semakin niatnya jelas dan kuat, berpengaruh pada kualitas dan stamina menulis. Jadi, cara membuat tulisan yang baik adalah pertanyakan selalu alasannya,” ujar Fuadi.

Baca Juga: 3 Cara Mendidik untuk Lahirkan Generasi Hamka Masa Kini

2. Subjek Familiar: What

Salah satu kunci kesuksesan dalam menulis buku best-seller adalah dengan memilih topik yang tepat dan memiliki kedalaman emosi yang kuat. Topik yang hendak ditulis harus dipastikan sudah dikenal, diahami, dan disukai.

“Kadang kala kita menulis bukan karena kita suka, tapi karena lagi tren. Nah, menurut saya, tulisan best-seller itu bermula saat hati kita ada di dalam topik itu, atau kita punya kepedulian besar di dalam hati terhadap topik itu,” ujar Fuadi.

Saat menulis buku, penting untuk memiliki niat yang jelas dan kuat. Niat yang kuat akan mempengaruhi kualitas dan stamina dalam menulis. Berbeda jika menulis hanya karena tren dan tidak bersumber dari hati. Itu akan cenderung cepat terlupakan.

Baca Juga: Ahmad Fuadi Angkat Sisi Cinta Tak Biasa Hamka di Novel Terbarunya

“Itulah yang membedakan nanti, kita menulis sesuatu hanya karena tren, atau hanya karena kayaknya asik. Kayaknya asik itu tidak cukup, harus lebih dalam dari itu, bahwa di hati kita ada rasa yang kuat, keterikatan yang kuat pada tema itu,” ungkap Fuadi.

3. Referensi dan Visual: How

Dalam menyiapkan tulisan yang baik, perlu ada riset yang cukup kuat dan mendalam. Hal ini berlaku tidak hanya untuk naskah ilmiah atau makalah, tetapi juga untuk karya nonakademis atau karya fiksi.

Riset yang dilakukan harus komprehensif, karena hal ini yang akan membedakan kekuatan tulisan kita dengan tulisan orang lain.

Baca Juga: Alasan Trimurti Dirikan Gontor sebagai Pondok Modern

“Risetnya tidak boleh setengah-setengah, karena itu nanti yang membedakan kekuatan tulisan kita dengan tulisan yang lain,” tutur Fuadi.

4. Konsistensi: When

Menulis secara konsisten akan membantu menyelesaikan tulisan dengan baik. Dengan menulis sedikit-sedikit, lama-lama tulisan tersebut bisa menjadi sebuah buku.

“Konsistensi dalam menulis. Menulis tidak harus ngebut, tapi konsisten supaya selesai. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi buku. Ini yang biasa saya lakukan untuk menyiapkan tulisan yang baik,” ujar Fuadi.

Fuadi mengaku sudah biasa melakukan hal ini untuk mempersiapkan tulisan yang berkualitas. Dia mengutamakan kualitas tulisan yang baik daripada menjadi best-seller. Hal ini disebabkan karena best-seller tidak sepenuhnya bisa dikontrol, namun kualitas tulisan yang baik sepenuhnya bisa dikendalikan.

Baca Juga: Alumnus Gontor Ini Sukses Kembangkan Pupuk Cair Multifungsi

“Kenapa yang dikejar tulisan yang baik, bukan best-seller. Sekali lagi, tulisan best seller tidak bisa dikontrol sepenuhnya, yang bisa dikontrol sepenuhnya adalah tulisan yang kualitasnya baik,” ujar Fuadi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)