Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home masjid detail berita

Ketika Cinta Melewati Kematian: Kisah Istri-Istri Salehah yang Tetap Setia hingga Surga

miftah yusufpati Kamis, 14 Agustus 2025 - 04:15 WIB
Ketika Cinta Melewati Kematian: Kisah Istri-Istri Salehah yang Tetap Setia hingga Surga
Dari Damaskus hingga Madinah, dari rumah khalifah hingga makam para syuhada, sejarah menyimpan kisah wanita-wanita agung ini. Ilustrasi: Muslim Village
LANGIT7.ID-Dalam catatan sejarah Islam, ada kisah-kisah yang tak hanya memancarkan keanggunan, tapi juga keteguhan hati yang nyaris mustahil ditandingi. Di antara kisah itu, nama Asma’ binti ‘Umais terpatri sebagai teladan. Pernah menjadi istri Ja’far bin Abi Thalib, lalu Abu Bakar ash-Shiddiq, dan setelah itu menikah dengan Ali bin Abi Thalib, Asma’ tetap memuliakan suaminya yang telah tiada. Ketika dua putranya saling membanggakan ayah masing-masing, Asma’ menilai dengan adil tanpa mengurangi kehormatan siapa pun.

Keteguhan serupa tampak pada akhir hayat Abu Bakar. Ia berwasiat agar Asma’ yang memandikannya. Saat itu Asma’ berpuasa di hari yang sangat dingin. Ia bertanya kepada para sahabat, “Apakah aku wajib mandi?” Jawab mereka: tidak. Tapi Asma’ tetap menjaga amanah, bahkan meneguk air menjelang senja agar tidak melanggar pesan suaminya.

Kesetiaan juga bersinar dari sosok Na’ilah binti al-Furafishah, istri Khalifah Utsman bin Affan. Saat suaminya dikepung dan diserang, ia berdiri di depan melindungi dengan tubuhnya. Tebasan pedang memutus jari-jarinya, tapi ia tak bergeser. Setelah Utsman gugur, ia menolak lamaran Mu’awiyah bin Abi Sufyan. “Tak ada seorang pun yang bisa menggantikan Utsman,” katanya tegas.

Baca juga: Imam Ghazali: Puasa Tak Cukup Hanya Menahan Lapar, Dahaga, dan Hubungan Suami Istri

Banyak wanita salehah memilih tidak menikah lagi setelah suaminya wafat, semata-mata agar tetap bersamanya di surga. Ummud Darda’, misalnya, menolak lamaran Mu’awiyah karena terikat janji dengan suaminya di dunia dan akhirat. Demikian pula Asma’ binti Abu Bakar yang bersabar menghadapi sikap keras az-Zubair bin al-Awwam, karena percaya janji surga bagi istri yang setia.

Kisah lain datang dari sebuah pemakaman di Damaskus. Seorang wanita cantik duduk menangis di sisi kubur suaminya. Ketika ditawari menjadi istri seorang penguasa, ia menjawab dengan bait puitis, “Keinginanku hanya untuk orang yang di sini terkubur. Aku malu padanya, meski tanah telah memisahkan kami.”

Puncak teladan kesetiaan itu mungkin milik Fathimah binti Abdul Malik bin Marwan — putri khalifah, saudara empat khalifah, dan istri khalifah terkenal Umar bin Abdul Aziz. Saat menikah, ia membawa harta perhiasan termewah, termasuk dua liontin legendaris. Namun ketika Umar memerintahkan seluruh perhiasan dibawa ke Baitul Mal, Fathimah patuh tanpa ragu. Bahkan setelah Umar wafat, ia menolak mengambil kembali perhiasan yang pernah menjadi miliknya. “Apakah aku akan menaatinya saat hidup, lalu mendurhakainya setelah wafat?” katanya.

Dari Damaskus hingga Madinah, dari rumah khalifah hingga makam para syuhada, sejarah menyimpan kisah wanita-wanita agung ini. Mereka bukan sekadar istri pemimpin atau tokoh besar, tapi penjaga kehormatan, penopang kesabaran, dan simbol kesetiaan yang tak lapuk oleh waktu. Dalam kesunyian, mereka mengajarkan bahwa cinta sejati tidak berhenti di dunia — ia berlanjut sampai surga.

Baca juga: Adab Berhubungan Suami Istri Menurut Islam,Ternyata Berpahala Besar

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)