Bagaimana Sikap Muslim Saat Temukan Sesajen? Ini Kata Ulama
Fajar adhitya
Senin, 17 Januari 2022 - 17:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Umat Islam perlu menyikapi adat dan tradisi yang tumbuh di masyarakat secara arif dan bijaksana. Dalam kehidupan sosial dan budaya, ada tradisi yang sejalan dan ada yang bertentangan dengan Islam.
Pembina Dewan Da'wah KH Didin Hafidhuddin mengatakan, sesajen adalah salah satu adat yang bertentangan dengan syariat Islam. Sesajen umumnya berhubungan dengan keyakinan ada kekuatan lain selain Allah.
"Hal itu jelas termasuk perbuatan syirik," kata Kiai Didin dalam kajian keislaman bertema 'Menguatkan Visi Misi Hidup Muslim', dikutip Senin (17/1/2022).
Baca Juga:5 Tema Khutbah Jumat tentang Urgensi Tauhid bagi Muslim
"Kita umat muslim tidak boleh terlibat dalam kegiatan sesajen seperti itu," imbuhnya.
Adapun dalam menyikapi sesajen, seorang muslim perlu meluruskan dan berdakwah dengan cara hikmah. Pada sisi lain, pemerintah perlu ikut bertanggung jawab untuk menjaga aqidah masyarakat.
"Jika penganut agama lain yang berbuat syirik, kita memberikan dakwah cara yang baik. Kita tidak boleh mencaci tuhan atau sesembahan orang syirik itu," jelasnya.
Pembina Dewan Da'wah KH Didin Hafidhuddin mengatakan, sesajen adalah salah satu adat yang bertentangan dengan syariat Islam. Sesajen umumnya berhubungan dengan keyakinan ada kekuatan lain selain Allah.
"Hal itu jelas termasuk perbuatan syirik," kata Kiai Didin dalam kajian keislaman bertema 'Menguatkan Visi Misi Hidup Muslim', dikutip Senin (17/1/2022).
Baca Juga:5 Tema Khutbah Jumat tentang Urgensi Tauhid bagi Muslim
"Kita umat muslim tidak boleh terlibat dalam kegiatan sesajen seperti itu," imbuhnya.
Adapun dalam menyikapi sesajen, seorang muslim perlu meluruskan dan berdakwah dengan cara hikmah. Pada sisi lain, pemerintah perlu ikut bertanggung jawab untuk menjaga aqidah masyarakat.
"Jika penganut agama lain yang berbuat syirik, kita memberikan dakwah cara yang baik. Kita tidak boleh mencaci tuhan atau sesembahan orang syirik itu," jelasnya.