4 Cara Jaga Berat Badan Tetap Stabil saat Lebaran
Ummu hani
Ahad, 01 Mei 2022 - 12:37 WIB
Hidangan Lebaran yang menggugah selera. Foto: Langit7/iStock
Idul Fitri merupakan salah satu perayaan hari besar di Indonesia. Selain tradisi saling bermaafan, Lebaran juga identik dengan banyak hidangan makanan yang sangat menggugah selera, mulai dari ketupat sayur, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, semur daging, dan sebagainya.
Meski tampak nikmat untuk disantap, ada dampak negatif dari kalori dan lemak tinggi yang ada pada makanan tersebut apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan dan berat badan saat menikmati hidangan Lebaran?
Baca juga: Nasi Jaha Beraroma Rempah, Menu Lebaran Khas Maluku Utara
Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Fahmy Arif Tsani membagikan empat tips agar bersantap hidangan lebaran tetap aman dan tidak bikin badan jadi lebar-an.
"Pertama, mengontrol diri. Kontrol diri ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan asupan kalori dalam tubuh. Lonjakan kalori yang berlebihan akan mengakibatkan kenaikan berat badan yang sebelumnya stabil selama Ramadhan," tuturnya, melansir dari situs resmi NU.
Fahmy mangatakan, selama berpuasa tubuh telah beradaptasi dengan metabolisme yang terbentuk dari jadwal makan teratur dan jumlah asupan lebih sedikit dibanding sebelum Ramadhan.
Meski tampak nikmat untuk disantap, ada dampak negatif dari kalori dan lemak tinggi yang ada pada makanan tersebut apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan dan berat badan saat menikmati hidangan Lebaran?
Baca juga: Nasi Jaha Beraroma Rempah, Menu Lebaran Khas Maluku Utara
Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Fahmy Arif Tsani membagikan empat tips agar bersantap hidangan lebaran tetap aman dan tidak bikin badan jadi lebar-an.
"Pertama, mengontrol diri. Kontrol diri ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan asupan kalori dalam tubuh. Lonjakan kalori yang berlebihan akan mengakibatkan kenaikan berat badan yang sebelumnya stabil selama Ramadhan," tuturnya, melansir dari situs resmi NU.
Fahmy mangatakan, selama berpuasa tubuh telah beradaptasi dengan metabolisme yang terbentuk dari jadwal makan teratur dan jumlah asupan lebih sedikit dibanding sebelum Ramadhan.