Benarkah Menikah di Bulan Syawal itu Sunnah? Ini Kata Ustadz Nuzul Dzikri
Mahmuda attar hussein
Selasa, 03 Mei 2022 - 20:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Usai Ramadhan, masyarakat Indonesia biasanya akan menerima banyak undangan pernikahan. Seolah-olah fenomena ini merupakan sunnah, yaitu menikah pada bulan Syawal.
Menanggapi hal itu, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikir mengatakan, menikah pada saat Syawal adalah ibadah favorit yang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Bahkan, lebih populer ketimbang puasa enam hari di bulan Syawal.
"Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?" (Muttafaq 'Alaih). (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga:Beri Nafkah, Siapa yang Harus Diutamakan Suami, Istri atau Ibu?
"Imam Nawawi menyatakan, hadits ini menunjukkan disunnahkannya menikah di bulan Syawal. Termasuk malam pertama di bulan Syawal," kata dia dikanal YouTube SAP Channel, Selasa (3/5/2022).
Kendati demikian, Nuzul mengingatkan agar umat dapat bersikap bijak dalam menanggapi hadits ini. Dia berharap tidak ada umat yang menyalahgunakannya.
"Jadi jangan sampai baru dapat ilmunya, besok langsung memutuskan untuk nikah. Ini juga kurang bijak, maka kembalikan ke persiapan kita, karena pernikahan itu tidak mudah," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikir mengatakan, menikah pada saat Syawal adalah ibadah favorit yang sering dilakukan masyarakat Indonesia. Bahkan, lebih populer ketimbang puasa enam hari di bulan Syawal.
"Rasulullah SAW menikahi aku pada bulan Syawal dan menggauliku (pertama kali) pada bulan Syawal. Lalu manakah istri-istri beliau yang lebih beruntung dan dekat di hatinya dibanding aku?" (Muttafaq 'Alaih). (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga:Beri Nafkah, Siapa yang Harus Diutamakan Suami, Istri atau Ibu?
"Imam Nawawi menyatakan, hadits ini menunjukkan disunnahkannya menikah di bulan Syawal. Termasuk malam pertama di bulan Syawal," kata dia dikanal YouTube SAP Channel, Selasa (3/5/2022).
Kendati demikian, Nuzul mengingatkan agar umat dapat bersikap bijak dalam menanggapi hadits ini. Dia berharap tidak ada umat yang menyalahgunakannya.
"Jadi jangan sampai baru dapat ilmunya, besok langsung memutuskan untuk nikah. Ini juga kurang bijak, maka kembalikan ke persiapan kita, karena pernikahan itu tidak mudah," ujarnya.