home global news

Mahfud Md: Adegan Pelecehan Seksual Tidak Penting di Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

Rabu, 31 Agustus 2022 - 20:52 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD (foto: humas Menkopolhukam)
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengomentari rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) tidak menampilkan adegan dugaan pelecehan seksual. Mahfud menyebut adegan tersebut tidak penting untuk ditampilkan.

Mahfud menjelaskan, ketiadaan adegan pelecehan seksual dapat dibenarkan sesuai prosedur hukum. Sebab, tujuan rekonstruksi adalah pemeriksaan kebenaran dari keterangan tersangka atau saksi dalam suatu tindak pidana.

“Rekontsruksi itu hanya ingin membuktikan bagaimana dia membunuh. Karena keyakinan bahwa itu pembunuhan berencana itu kan sudah ditulis di dalam sangkaan, sekarang (rekonstruksi) bagaimana membunuhnya,” kata Mahfud dalam diksusi “Penilaian Publik atas Masalah-masalah Hukum Terkini dan Kinerja Lembaga Penegak Hukum”, Rabu (31/8/2022).

Baca juga:Survei LSI: Masyarakat Ingin Ferdy Sambo Dihukum Mati

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J berlangsung Selasa kemarin (30/8/2022) selama 7,5 jam. Rekonstruksi menampilkan 78 adegan di tiga rumahm yakni di rumah pribadi FS di Saguling, di rumah dinas Kompleks Polri Kawasan Duren Tiga dan adegan di Magelang.

“Soal motifnya apakah pelecehan atau perselingkuhan atau apa itu tidak penting, karena hukum mengatakan kamu membunuh dan kamu merencanakan ini buktinya, ini rekonstruksinya,” jelas Mahfud.

Karenanya, lanjut Mahfud, masyarakat berharap terlalu jauh proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J menampilkan adegan pelecehan seksual. Adegan rekonstruksi peristiwa di Magelang antara lain hanya menampilkan di mana Kuat, Yosua, dan Ricky bergantian masuk ke kamar Putri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ferdy sambo mahfud md pembunuhan brigadir j rekonstruksi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya