LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Mahfud MD mengomentari rekonstruksi pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J) tidak menampilkan adegan dugaan pelecehan seksual. Mahfud menyebut adegan tersebut tidak penting untuk ditampilkan.
Mahfud menjelaskan, ketiadaan adegan pelecehan seksual dapat dibenarkan sesuai prosedur hukum. Sebab, tujuan rekonstruksi adalah pemeriksaan kebenaran dari keterangan tersangka atau saksi dalam suatu tindak pidana.
“Rekontsruksi itu hanya ingin membuktikan bagaimana dia membunuh. Karena keyakinan bahwa itu pembunuhan berencana itu kan sudah ditulis di dalam sangkaan, sekarang (rekonstruksi) bagaimana membunuhnya,” kata Mahfud dalam diksusi “Penilaian Publik atas Masalah-masalah Hukum Terkini dan Kinerja Lembaga Penegak Hukum”, Rabu (31/8/2022).
Baca juga: Survei LSI: Masyarakat Ingin Ferdy Sambo Dihukum MatiRekonstruksi pembunuhan Brigadir J berlangsung Selasa kemarin (30/8/2022) selama 7,5 jam. Rekonstruksi menampilkan 78 adegan di tiga rumahm yakni di rumah pribadi FS di Saguling, di rumah dinas Kompleks Polri Kawasan Duren Tiga dan adegan di Magelang.
“Soal motifnya apakah pelecehan atau perselingkuhan atau apa itu tidak penting, karena hukum mengatakan kamu membunuh dan kamu merencanakan ini buktinya, ini rekonstruksinya,” jelas Mahfud.
Karenanya, lanjut Mahfud, masyarakat berharap terlalu jauh proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J menampilkan adegan pelecehan seksual. Adegan rekonstruksi peristiwa di Magelang antara lain hanya menampilkan di mana Kuat, Yosua, dan Ricky bergantian masuk ke kamar Putri.
Kuat dan Yosua dalam posisi duduk bersila di lantai saat berkomunikasi dengan Putri yang berbaring di tempat tidur. Sedangkan Ricky dalam posisi berdiri saat bertemu Putri di kamarnya.
Baca juga: Anggota DPR Setuju Putri Candrawathi Tak Ditahan: Dia Punya Anak Kecil Tidak terlihat adanya adegan yang selama ini disebut-sebut sebagai pelecehan seksual. Atau adegan Yosua berupaya membopong Putri. Dalam adegan itu, semua tersangka memakai baju tahanan, kecuali Putri dan pemeran pengganti Yosua.
“Jadi terlalu jauh saya kirau kalau orang berharap kok tidak dijelaskan cara melecehkan, bagaimana waktu membopong itu tidak penting. Karena rekonstruksi. Kalau motif nanti bisa dirangkai dari keterangan lisan saja, dan itu tidak penting karena bukti pembunuhan sudah diakui dan sudah direkonstruksi,” urai Mahfud.
(sof)